Honda

Anggaran Pembangunan Huntara Hanya untuk Karanggintung, Kenapa?

Anggaran Pembangunan Huntara Hanya untuk Karanggintung, Kenapa?

Kondisi longsor di Kutabima tahun 2022 lalu-DOK. RAYKA/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tidak hanya di Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, beberapa wilayah di Cilacap bagian barat juga mengalami bencana tanah bergerak dan longsor. 

Seperti di Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, pada Maret 2022 lalu, bencana tanah longsor menimpa puluhan rumah di Desa ini. Dan 25 rumah di Desa Kutabima terdampak bencana tersebut. 

Kendati demikian, relokasi bagi korban tanah bergerak di Kabupaten Cilacap dilakukan secara bertahap. 

BACA JUGA:Bangunan Baru Pasar Badog Belum Wadahi Semua Padagang, Ini Upaya Dinperindag

"Untuk tahun ini, hanya Karanggintung yang sudah teranggarkan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan.

Dikatakan proses relokasi akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah pun akan memprioritaskan. "Kalau ada rumah yang tidak layak huni akibat bencana maka jalan keluarnya adalah Huntara," ujarnya. 

Sebelumnya, Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar mengatakan, pihaknya akan sesegera mungkin merelokasi korban tanah longsor di Kutabima. 

BACA JUGA:Tahun Ini Banyumas Mulai Konsepkan Beras Organik

"Secepatnya kita akan merelokasi. Sudah ada dua lahan yang di survey oleh tim Geologi, di Dusun Citulang dan Cibumi. Tinggal yang mana yang paling layak," katanya.

Rencananya relokasi tersebut akan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Cilacap dari alokasi anggaran dana tidak terduga karena terkait bencana. (ray)

Sumber: