Dua Santri Pondok Pesantren di Desa Sirau Positif DBD, Dua Lingkungan RT Difogging

Dua Santri Pondok Pesantren di Desa Sirau Positif DBD, Dua Lingkungan RT Difogging

Salah satu kegiatan fogging yang dilakukan Dinkes Banyumas untuk mencegah penyebaran kasus DBD di Desa Sirau pada bulan Juni 2023 lalu.-DOK RADARMAS-

BANYUMAS-Dua santri pondok pesantren di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen dinyatakan postif demam berdarah dengue (DBD).

Juga, dicurigai terjadi penularan setempat. Sebab, dalam kurun waktu dua minggu tercatat ada 15 santri lain yang mengalami demam tanpa batuk dan pilek.

"Hasil pemeriksaan, house indeks jentik 20 persen. Ditemukan jentik di bak mandi," jelas Kepala Puskesmas Kemranjen II dr. Kuntoro, Rabu (21/6) di lokasi.

Sedangkan batasan house indeks jentik adalah ditemukan jentik lebih dari sama dengan 5 persen. Dari hasil analisa tersebut, maka ajukan fogging ke dinas.

BACA JUGA: Pembagian Kuota Siswa Baru Per Desa Kelas Jauh SMA Negeri Ajibarang di Cilongok Disepakati

Radius 200 meter dari titik positif DBD di pondok pesantren dilakukan fogging. Guna memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Fogging menyasar dua lingkungan RT di wilayah RW 2 Desa Sirau. Selama proses fogging, warga setempat supaya memperhatikan beberapa hal.

Antara lain warga agar menutup semua pintu dan jendela rumah. Kecuali pintu depan dan pintu kamar untuk tetap dibuka.

"Sekarang foggingnya sudah lebih ramah lingkungan, tidak menimbulkan asap," imbuh dr. Kuntoro.

Pelarut fogging menggunakan air. Sehingga, tidak menimbulkan asap dan tidak membuat lantai menjadi lengket.

Sehubungan dengan adanya kasus positif DBD dan dicurigai terjadi penularan setempat. Warga supaya lebih aktif lagi dalam pemberantasan sarang nyamuk. (fij)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: