Dua Jemaah Tanazul Kloter 98 Asal Pasir Kulon Sampai Banyumas Awal Pekan Depan

Dua Jemaah Tanazul Kloter 98 Asal Pasir Kulon Sampai Banyumas Awal Pekan Depan

Berangkat paling akhir dari Banyumas, dua jemaah kloter 98 asal Desa Pasir Kulon diterbangkan lebih awal ke tanah air pada akhir pekan ini.-YUDHA IMAN PRIMADI/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dua jemaah tanazul kloter 98 asal Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas yang tanazul atau pulang lebih awal ikut kloter 35 dijadwalkan sampai di Banyumas pada Senin (17/7) pagi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr H Ibnu Asaddudin, SAg MPdI melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Drs H Purwanto Hendro Puspito mengatakan untuk dua jemaah haji kloter terakhir atau 98 bernama Sugiyo dan istri dijadwalkan diterbangkan dari Arab Saudi pada Minggu (16/7) pukul 03.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dan sampai di Solo diperkirakan pukul 23.00 WIB bergabung dengan kloter 35. Jemaah haji Sugiyo dan istri dipulangkan lebih awal dikarenakan sakit Demensia.

BACA JUGA:Dua Jemaah Haji Kloter Terakhir Asal Pasir Kulon Menyusul Diajukan TanazulBACA JUGA:Dua Jemaah Haji Kloter Terakhir Asal Pasir Kulon Menyusul Diajukan Tanazul

"Sampai di Banyumas Senin (17/7) pagi," katanya.

Hendro menjelaskan setelah kepulangan dua jemaah asal Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas awal pekan depan, tanazul berikutnya untuk dua jemaah dari kloter 73.

Satu jemaah bernama Solikhin asal Desa Tunjung Kecamatan Jatilawang bersama satu jemaah bernama Satun asal Desa Karangtengah Kecamatan Cilongok yang sempat viral di media sosial karena berpisah dengan temannya setelah selesai menjalani ibadah umroh di Mekkah, dijadwalkan terbang dari Arab Saudi pada Rabu (19/7) bergabung dengan kloter 45.

BACA JUGA:Satu Jemaah Asal Pekuncen Tanazul Kembali ke Kloter 73

"Sampai di Banyumas diperkirakan Rabu (19/7) malam," terang dia.

Adapun nama-nama penjemput beserta kendaraan yang digunakan oleh pihak keluarga wajib didaftarkan pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo untuk penjemputan jemaah tanazul.

"Jika tidak, bisa tidak diberikan ijin masuk embarkasi," pungkas Hendro. (yda)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: