Sosialisasi 4 Pilar, Sugeng Suparwoto Jelaskan 4 Pilar Sebagai Pedoman Demokrasi di Indonesia

Sosialisasi 4 Pilar, Sugeng Suparwoto Jelaskan 4 Pilar Sebagai Pedoman Demokrasi di Indonesia

Sugeng Suparwoto saat mensosialisasikan 4 pilar di balai Desa Karanglo Cilongok.-AHMAD ERWIN/RADARMAS-

BANYUMAS, RADADBANYUMAS.CO.ID - Ketua Komisi VII yang juga anggota DPR/MPR RI Sugeng Suparwoto menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Balai Desa Karanglo Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (23/5/2023). 

Di depan ratusan elemen masyarakat yang hadir, Sugeng Suparwoto, legislator Banyumas-Cilacap asal Fraksi Partai Nasdem ini menjelaskan pentingnya 4 pilar kebangsaan. Yaitu Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pondasi Negara Bangsa dan pedoman Demokrasi di Indonesia. 

Sugeng Suparwoto mengatakan, meskipun demokrasi merupakan produk barat, namun di Indonesia demokrasi berjalan sesuai dengan karakter kebangsaan yang memiliki latar belakang budaya yang plural. 

BACA JUGA:Tradisi Sedekah Bumi, Warga di Pekuncen Banyumas Perang Lempar Makanan

"Di negara barat, pilar politiknya relatif sederhana. Karena tidak banyak suku, agama, dan populasi penduduk. Tapi di Indonesia, meski banyak suku, agama, dan ras namun demokrasi tetap tumbuh dan stabil," katanya. 

Perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang sangat komplek di Indonesia, membuat demokrasi dapat tumbuh dan berjalan stabil. Lantaran adanya empat pilar kebangsaan yang menjadi pondasi Negara Bangsa. 

"Jadi kita harus teguhkan 4 pilar sebagai pedoman berbangsa dan bernegara," jelasnya. 

BACA JUGA:Pembangunan Terminal Tipe C Sokaraja Banyumas Terkendala Anggaran

Apalagi seperti ideologi Pancasila, yang dikatakannya, merangkum sejumlah Ideologi besar dunia. 

"Pancasila berbeda dengan ideologi lain, ideologi pancasila mampu ditempa sebagai ideologi yang mendamaikan ideologi lain, sehingga kita tidak mencontoh sepenuhnya ideologi dari luar," papar Sugeng.. 

Pada kegiatan itu, Sugeng Suparwoto juga menyerap aspirasi warga untuk dibantu melalui program pemberdayaan masyarakat. Seperti bantuan kesehatan, UMKM, layanan Posyandu, stunting, yang akan disalurkan secara pribadi dan kemitraan.

Selain itu juga mengunjungi salah satu rumah tidak layak huni (RTLH), yang dibantu dengan program bedah rumah. Serta memberikan bantuan kursi roda kepada lansia. (win/ads)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: