Profesi Langka yang Bertahan di Tengah Sawah
Tukang angon bebek, Kalibening, Banjarnegara, Rabu 18 juni 2025-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
Cerita Al Qodri, Tukang Angon Bebek Keliling Asal Kalibening, Banjarnegara
Wek wek wek
Wak wak wak
Riuh itu datang dari tengah hamparan sawah Blok Sindu. Bukan suara demonstran atau orkestra rakyat, melainkan dari ribuan bebek yang berkecakak serempak. Suaranya ganjil antara nyinyir, tertawa, atau mungkin memaki-maki mentari pagi yang mulai terik.
Pujud Andriastanto, Banjarnegara
Di balik suara yang menggelitik itu berdiri seorang pria bertopi lusuh. Kaus oblongnya tampak bersahabat dengan lumpur dan matahari. Dialah Al Qodri, 42 tahun, warga Kalibening, Banjarnegara, yang sudah 23 tahun menekuni profesi langka tukang angon bebek keliling antar-kabupaten.
BACA JUGA:Kenalkan Wisata Cilacap di Balik Bayang-Bayang Kota Industri
Setiap hari, Qodri menggiring ribuan bebek. Bukan hanya sekadar menggembala, tapi juga menyatu dalam satu sistem ekologis yang diam-diam menopang pertanian desa. Bebek-bebek itu bukan cuma penghasil telur, tapi juga pengendali alami hama pascapanen.
Mereka membersihkan sisa padi dan membasmi organisme pengganggu, menyulap lahan kosong menjadi produktif kembali.
"Kami ikut musim tanam. Saat sawah kosong, bebek masuk. Setelah padi ditanam, kami pindah" ucap Qodri saat ditemui di Blok Sindu, Rabu pagi.
Ia pernah menggiring bebek hingga ke Cilacap, Purbalingga, bahkan ke Pekalongan. Dalam sebulan, bisa mencapai dua ribu ekor milik peternak lain. Sistem pembayarannya beragam. Ada yang dibayar tetap, ada pula yang sistem bagi hasil dari telur.
BACA JUGA:Mengenal Perpaduan Galeri Lukisan, Barber, dan Coffee Shop Sugeng Riyadi
"Kalau lewat saya, saya potong sedikit untuk operasional. Tapi harus jujur. Di profesi ini nama baik lebih penting dari untung besar" katanya tegas.
Di tengah gelombang migrasi pemuda desa ke kota dan industri, pekerjaan ini mulai kehilangan penerus. Tak banyak yang mau hidup bersama bebek, berkeliling sawah, dan tinggal di tenda darurat.
"Anak muda sekarang lebih senang kerja di kota atau pabrik. Jarang ada yang mau tinggal di sawah, hidup dengan bebek" ujarnya sambil tertawa kecil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

