Pokdarwis Pekunden Targetkan Januari 2024 Desa Wisata Kreatif Pekunden Dikunjungi Wisatawan Asing

Pokdarwis Pekunden Targetkan Januari 2024 Desa Wisata Kreatif Pekunden Dikunjungi Wisatawan Asing

Pelaku Pokdarwis Desa Wisata Kreatif Pekunden mengecat salah satu alat musik gamelan di Oemah Gamelan, Minggu (30/7)-Fijri Rahmawati/Radar Banyumas -

BANYUMAS, RADAR BANYUMAS - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pekunden, Kecamatan Banyumas menargetkan, pada Januari 2024, Desa Wisata Kreatif Pekunden bisa dikunjungi wisatawan overland turis mancanegara.

Desa Wisata Kreatif Pekunden masuk dalam nominasi 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Dan saat ini Ketua Pokdarwis Pekunden, Sudarmanto sedang berusaha membuat Kabupaten Banyumas, khususnya Desa Wisata Kreatif Pekunden sebagai tempat pemberhentian bagi wisatawan asing.

"Pekunden pasti bisa, maka perlu secepatnya disiapkan segalanya," ujar Sudarmanto, Minggu (30/7).

BACA JUGA:Pokdarwis Pekunden Bingung Menyasar Target Pasar

Pokdarwis Pekunden telah menangkap peluang menjadi tempat pemberhentian wisatawan overland di antara Bandung-Jogjakarta. Pertimbangannya antara lain, di rute tersebut belum terdapat lokasi pemberhentian.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pokdarwis Pekunden mulai mengkonsep daya tarik wisata untuk pelancong dari mancanegara. Hal baru yang harus cepat dipelajari untuk menggaet wisatawan asing.

"Paling tidak, wisatawan overland berhenti untuk makan saja. Atau bagaimana agar mereka mau menginap," imbuh Sudarmanto.

Sementara ini, Pokdarwis Desa Pekunden merencanakan pada kegiatan makan, sembari turis mancanegara disuguhi kesenian tradisional sebagai pemancing agar mau menginap. Sehingga, dapat berwisata lebih lama atau menginap di Pekunden.

BACA JUGA:Pemusatan Latihan Sepak Takraw Jelang Porprov Jawa Tengah XVI 2023 Terkendala Sarpras

Pokdarwis Desa Pekunden menggandeng akademisi untuk pendampingan menyasar target pasar wisata overland. Supaya setiap hari bisa ada kunjungan ke Desa Wisata Kreatif Pekunden.

Selama ini, Pokdarwis Pekunden bingung terkait target pasar. Kendala yang dihadapi antara lain ada hasil lumayan tapi pengunjung masih jarang. Sebaliknya, cukup sering ada kunjungan tapi laba relatif sedikit. (fij)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: