Kawah di Kompleks Gunung Api Dieng Berpotensi Erupsi Freatik Semburan Lumpur

Kawah di Kompleks Gunung Api Dieng Berpotensi Erupsi Freatik Semburan Lumpur

KAWAH Kawah dataran tinggi Dieng Banjarnegara. Foto dok BPBD Banjarnegara.--

BANJARNEGARA - Sejak dinaikan status normal menjadi waspada, Aktivitas di wilayah gunung Dieng Banjarnegara, kini kawasan Kawah Timbang mengalami peningkatan gas CO2 termasuk juga bagian kawah-kawah di Kompleks Dieng.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dieng Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawah-kawah di kompleks Dieng karena dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material. 

Bahkan, kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi juga berbahaya bagi kehidupan.

"Tingkat aktivitas Gunung Dieng dapat dievaluasi kembali jika terdapat perubahan aktivitas secara visual dan instrumental yang signifikan," kata kata petugas Pos PGA Dieng, Aziz Yuliawan, Senin (16/1).

BACA JUGA:Tuntutan Periode Jabatan Kades 9 Tahun Dibawa Ke DPR RI, Audiensi Langsung 175 Kades dari Purbalingga

PVMBG menaikkan status Gunung Dieng yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang dari Normal menjadi Waspada pada hari Jumat (13/1), pukul 23.00 WIB, karena adanya peningkatan aktivitas di Kawah Sileri dan Kawah Timbang

Sementara itu, kondisi terbaru aktivitas Kawah Timbang, Dataran Tinggi Dieng, terus mengalami peningkatan.

Alat pengukur gas mencatat konsentrasi gas CO2 sudah mencapai 5.600 ppm pada hari Senin (16/1), pukul 00.27 WIB, dan meningkat terus hingga pada pukul 01.30 WIB mencapai 7.300 pm.

BACA JUGA:4 Fakta Tentang Cairan Pendingin di Sepeda Motor Kesayangan

"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak hari Minggu (15/1), pukul 21.16 WIB, hingga Senin (16/1), pukul 05.00 WIB, terjadi peningkatan gas CO2 yang signifikan dari Kawah Timbang Dataran Tinggi Dieng di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara," kata petugas Pos PGA Dieng, Aziz Yuliawan, Senin (16/1).

"Jarak antara alat ukur dan pusat Kawah Timbang adalah 170 meter," katanya.

Menurutnya, dalam pengukuran secara langsung di Kawah Timbang pada hari Senin (16/1), pukul 05.40 WIB, dilakukan pada jarak 130 meter dari pusat Kawah Timbang dan konsentrasi gas CO2 pada titik pengukuran tersebut mencapai 10.000 ppm.

BACA JUGA:Viral! Maling Lombok Diamuk Massa di Banyumas, Lokasinya di Desa Karangtengah Cilongok

Menurut dia, potensi bahaya yang bisa ditimbulkan akibat meningkatnya aktivitas vulkanis di Dieng saat ini adalah meningkatnya konsentrasi gas vulkanis terutama CO2 di Kawah Timbang yang dapat diikuti oleh terjadinya aliran gas CO2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: