Drama Adu Penalti Antar Sekolah, SMA Muhiba Juara Kejurkab Futsal Banjarnegara 2025
Partai final Kejurkab Futsal Pelajar tahun 2025 antara MAN 2 Banjarnegara vs SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara.-PUJUD/RADARMAS-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Adu ketegangan hingga babak adu penalti mewarnai laga final Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Futsal Pelajar Banjarnegara 2025. SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara (Muhiba) akhirnya memastikan gelar juara setelah menumbangkan MAN 2 Banjarnegara (M2B) dengan skor akhir 5-3 lewat drama adu penalti, Sabtu (24/5/2025), di Jaskon Sport Center.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. M2B langsung menggebrak dengan serangan-serangan cepat, namun solidnya pertahanan Muhiba membuat skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Muhiba mengubah strategi di babak kedua dengan menurunkan pemain-pemain kunci. Taktik ini langsung membuahkan hasil lewat gol dari tendangan bebas yang membuka keunggulan 1-0.
Namun, kemenangan di waktu normal pupus hanya dua menit jelang peluit panjang. Dalam kemelut di depan gawang, M2B menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Mengajar, Kepala Sekolah di Banjarnegara Kini Wajib Melek Hukum
Di babak penentuan ini, Muhiba tampil lebih tenang. Tiga eksekutor M2B gagal menjalankan tugasnya, sementara Muhiba hanya kehilangan dua penalti. Skor 5-3 memastikan Muhiba mengangkat trofi Kejurkab tahun ini.
Sementara itu, M2B harus puas sebagai runner-up, meski pada kategori SMA putri mereka sukses keluar sebagai juara setelah membantai SMK Muhammadiyah Banjarnegara 5-0.
Kejurkab tahun ini juga menyajikan kejutan dari kategori pelajar lainnya. SMPN 3 Banjarnegara keluar sebagai juara setelah menaklukkan SMPN 2 Rakit lewat adu penalti di final kategori SMP putra. SMPN 1 Purwanegara mengukuhkan dominasinya di kategori SMP putri dengan kemenangan 2-0 atas SMPN 4 Banjarnegara.
Di level SD, MI Muhammadiyah Merden tampil mengejutkan dengan menaklukkan MIN 1 Banjarnegara 3-1 untuk merebut gelar juara.
BACA JUGA:Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional, Banjarnegara Buka Peluang Ekowisata Baru
“Total ada 77 tim dari semua jenjang yang berpartisipasi. Ini bagian dari agenda rutin AFK Banjarnegara untuk menjaring bibit unggul dari sekolah-sekolah,” kata Faozan Fiansyah, Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Banjarnegara.
Ia menegaskan, Kejurkab bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung bagi para atlet pelajar untuk mengembangkan potensi.
“Prestasi tidak bisa muncul tiba-tiba. Kejurkab ini adalah proses pembinaan yang harus terus kita jaga. Dari sini, atlet muda bisa masuk ke level yang lebih tinggi,” tambahnya. (jud)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

