Banner v.2

Pendidikan dan Konservasi Menyatu, Banjarnegara Tanam 12 Ribu Pohon Kopi

Pendidikan dan Konservasi Menyatu, Banjarnegara Tanam 12 Ribu Pohon Kopi

Dindikpora sumbangkan 12 Ribu bibit pohon kopi untuk gerakan konservasi.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Aksi lingkungan tak harus menunggu tangan pemerintah pusat. Di Banjarnegara, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menunjukkan bahwa dunia pendidikan pun mampu menjadi motor konservasi. Pada Jumat (20/6/2025), mereka menggelar aksi “Sedekah 12 Ribu Pohon Kopi” sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko, mengatakan bahwa bibit kopi yang disumbangkan merupakan hasil inisiatif dari seluruh elemen di bawah naungan Dindikpora, termasuk PAUD, SD, SMP, Korwil, MKKS, hingga ASN dan pegawai.

“Ini bukan sekadar sumbangan pohon. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial insan pendidikan terhadap keberlangsungan lingkungan hidup di Banjarnegara. Kami ingin anak-anak didik kami belajar bahwa merawat alam adalah bagian dari karakter dan pendidikan,” ujar Teguh.

Teguh juga menekankan bahwa penanaman bibit kopi ini menyimpan nilai ibadah sekaligus menjadi investasi jangka panjang yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Dari Biji Kopi Jadi Kampung Konservasi, Komitmen PLN IP UBP Mrica Jaga Kelestarian Lingkungan DAS Serayu

“Kami ingin ini menjadi catatan amal dan langkah awal agar kepedulian lingkungan tumbuh sejak dini di dunia pendidikan,” tambahnya.

Menyambut aksi ini, Kepala DPKPLH Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyebut langkah Dindikpora sebagai “langkah berani dan inspiratif”. Di tengah tekanan kerusakan lingkungan dan ancaman bencana ekologis, ia menganggap kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan.

“Banjarnegara menghadapi tantangan konservasi serius. Apa yang dilakukan Dindikpora ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari sektor pendidikan. Kami sangat berterima kasih dan siap mengawal proses distribusi dan penanaman bibit kopi ini ke wilayah-wilayah konservasi,” tegas Herrina.

Ia juga menjelaskan, pohon kopi bukan hanya tanaman produktif, tapi juga sangat efektif dalam menjaga struktur tanah, mencegah erosi, dan menyimpan cadangan air.

“Jadi manfaatnya bukan hanya ekologis, tapi juga ekonomis bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait