Gelombang Tinggi Ancam Perairan Cilacap, Warga Diminta Waspada
Sejumlah wisatawan bermain di Pantai Teluk Penyu Cilacap.-RAYKA/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID – Cuaca di wilayah perairan Cilacap diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas gelombang dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan prakiraan dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi pada Rabu (11/6/2025).
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, kondisi ini merupakan lanjutan dari situasi cuaca yang cenderung bergolak secara nasional.
"Dalam beberapa hari terakhir, BMKG mengamati adanya hujan lebat yang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh munculnya siklon tropis Taliah di Samudra Hindia selatan barat daya Cilacap, serta bibit siklon di Samudra Pasifik," katanya.
BACA JUGA:Kunjungan Wisata di Cilacap Sepi di Akhir Bulan, Pantai Masih Jadi Primadona
Dikatakan, siklon tropis tersebut meningkatkan aktivitas monsun dan memperkuat seruakan massa udara dingin dari daratan Asia, yang berdampak langsung pada wilayah pesisir selatan Jawa.
"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin turut memicu potensi gelombang tinggi di perairan selatan, termasuk Cilacap," kata Teguh.
Teguh menjelaskan, berdasarkan data prakiraan BMKG, kondisi gelombang di perairan Cilacap mulai 9 hingga 10 Juni 2025 masih berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.
Namun pada 11 Juni 2025, tinggi gelombang diperkirakan naik signifikan hingga mencapai 4 meter. Selain itu, kecepatan angin juga diprediksi mencapai 32 knot atau sekitar 60 km/jam.
BACA JUGA:Laut Selatan Jawa Bersiap Hadapi Musim Angin Timur
Suhu permukaan laut terpantau 30 derajat Celcius dengan arah arus ke barat dan kecepatan arus laut berkisar antara 65–75 cm/detik. Cuaca didominasi hujan ringan, dengan kelembapan relatif mencapai 78 persen.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
"Aktivitas melaut sebaiknya ditunda sementara waktu terutama pada puncak gelombang tinggi. Terutama bagi warga pesisir juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG," ujar Teguh. (ray)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

