Banner v.2

Hari Arsip Nasional, Depo Arsip Representatif Belum Terpenuhi

Hari Arsip Nasional, Depo Arsip Representatif Belum Terpenuhi

Aplikasi Srikandi yang dikenalkan pada tahun 2023 lalu oleh Dinarpus bisa mengefisienkan administrasi pemerintahan, misalnya dengan meminimalkan kertas dan kurir.-Dok Amarullah Nurcahyo/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Arsip yang dikelola Pemkab Purbalingga semakin hari bertambah. Pesatnya kegiatan dan pelaksanaan pembangunan, berdampak bertambahnya volume arsip. Sedangkan pada momen Hari Arsip Nasional tahun 2025 ini, depo arsip yang representatif belum terpenuhi.

Kepala Dinas Arsip Daerah dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, Sadono menjelaskan, karena perpusda sudah memiliki gedung baru yang representatif, maka bekas gedung perpusda lama di Jalan Dipokusumo Purbalingga untuk bidang arsip.

"Gedung/ ruang belakang untuk pengolahan arsip dan depo / ruang penyimpanan arsip. Gedung depan untuk kantor/ ruang kerja sekretariat dan bidang arsip. Kami berharap depo arsip secara fisik lebih representatif," jelas Kepala Dinarpus Purbalingga, Sadono, Minggu 18 Mei 2025.

Karena belum memiliki depo arsip yang representatif, maka harus diimbangi dengan pengelolaan arsip yang sistematis dan praktis, yang mendukung kelancaran penemuan arsip dengan mudah dan cepat. 

BACA JUGA:Gedung Bekas Perpusda Jadi Sekretariat dan Bidang Arsip

BACA JUGA:Ribuan Berkas Arsip Berhasill Disimpan Digital 100 Persen

Jika tidak ada gedung khusus, maka arsip yang ada akan semrawut dan ketika dibutuhkan akan memakan waktu lama menelusurinya. 

Penyimpanan arsip dalam jumlah puluhan jutaan lembar belum bisa tertata optimal. Pasalnya, saat ini bangunan yang bukan khusus gedung arsip belum bisa menampung penyimpanan arsip in aktif, minimal 10 tahun. 

Data dari Bidang Arsip Dinarpus Purbalingga, arsip dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Goeteng Tarunadibrata Purbalingga bisa mencapai 64 ribu bendel pertahun. Kemudian dari Bakeuda 15 ribu bendel, serta yang paling banyak dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) mencapai 240 ribu bendel pertahun.

“Kebanyakan arsip fisik itu keluaran kurun waktu tahun 1980 dan hingga arsip saat ini. Dokumen tertulis itu ada yang dari RSUD maupun organisasi perangkat daerah (OPD) di Purbalingga,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: