Banner v.2

Libur Lebaran 2026, Pengelola Objek Wisata Purbalingga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

Libur Lebaran 2026, Pengelola Objek Wisata Purbalingga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

Tim Dinporapar Kabupaten Purbalingga melakukan monitoring kesiapan objek wisata menjelang libur Lebaran 2026 di sejumlah daya tarik wisata di Purbalingga.-Dinporapar Purbalingga Untuk Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga mengingatkan pengelola daya tarik wisata (DTW) agar mewaspadai perkembangan cuaca selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026. Pengelola juga diminta aktif memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Imbauan tersebut disampaikan setelah Dinporapar melakukan monitoring ke sembilan objek wisata di Kabupaten Purbalingga menjelang musim libur Lebaran.

Kepala Dinporapar Kabupaten Purbalingga Sadono mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan objek wisata menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Pengawasan dan pembinaan meliputi data base DTW, pengelola, lokasi, luas area, jumlah karyawan, daya tampung, kapasitas pengunjung, jam operasional, harga tiket, ijin usaha, serta asuransi pengunjung,” katanya kepada Radarmas, Senin (16/3/2026).

BACA JUGA:Lokawisata Baturraden Target 30 Ribu Pengunjung, Pengelola Kebut Persiapan Jelang Libur Lebaran

Selain itu, tim monitoring juga mengecek kesiapan sarana dan prasarana wisata. Hal tersebut mencakup loket tiket, pusat informasi, pos keamanan, pos kesehatan, peta wisata, rambu peringatan, toilet, mushola, tempat parkir, wahana hingga pengelolaan sampah.

“Loket ticketing, pusat informasi, posko keamanan, pos kesehatan, peta wisata, rambu peringatan, toilet, mushola, tempat parkir, wahana, sampah dan pengolahannya, SOP pelayanan dan lain-lain,” jelasnya.

Hasil monitoring menunjukkan seluruh DTW telah melakukan berbagai persiapan menghadapi libur Lebaran. Pengelola melakukan pengecekan sarana prasarana, menambah kapasitas parkir, menambah jumlah petugas hingga menyiapkan hiburan bagi pengunjung.

“Sntara lain dengan berbenah melakukan pengecekan sarpras dan wahana, menambah lokasi/daya tampung parkir, menambah jumlah petugas, menyiapkan event/hiburan, termasuk menyesuaikan harga tiket masuk,” lanjutnya.

BACA JUGA:Tutup Sejak Hari Pertama Ramadan, Owabong Purbalingga Buka H-7 Lebaran dan Tambah Wahana Baru

Pengelola objek wisata juga disebut telah menjalin kerja sama dengan petugas kesehatan seperti bidan desa, puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat keamanan seperti Polsek, Koramil, dan Polres serta melibatkan pemuda setempat seperti Karang Taruna.

Dinporapar juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengelola objek wisata untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi serta melengkapi fasilitas dengan kamera pengawas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: