Moro Purwokerto: Sejarah Pusat Perbelanjaan yang Sudah 25 Tahun Mewarnai Kota Satria

Moro Purwokerto: Sejarah Pusat Perbelanjaan yang Sudah 25 Tahun Mewarnai Kota Satria

Moro Purwokerto-Website Portal Purwokerto-

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Moro Purwokerto saat ini menjadi informasi menarik bagi masyarakat Banyumas. Bagaimana tidak, mereka menunggu revolusi dari sebuah gedung yang penuh kenangan tersebut.

 

Seperti diketahui, saat ini karyawan Moro Purwokerto semakin sedikit yang tentu hanya untuk menghabiskan stok dagangan.

 

Saat ini, Moro juga telah menjual dengan diskon yang cukup tinggi demi mempercepat penghabisannya.

 

Berikut informasi mengenai Moro Purwokerto meliputi sejarah, pemilik, dan rencana ke depan yang telah Radarmas rangkum dari berbagai sumber;

 

 

BACA JUGA:Moro Purwokerto Ramai Lagi di Tengah Isu Tutup, Ada Apa?

 

BACA JUGA:Ratusan Karyawan Moro Purwokerto Terancam PHK, SPSI Jelaskan Tentang Hak Pekerja Dalam Aturan PKPU

 

 

Sejarah Moro Purwokerto

 

 

Pada mulanya, komplek Moro Purwokerto merupakan Pabrik Gula di masa kolonial Belanda. Usai tutup seperti pabrik-pabrik gula yang lain, komplek tersebut dibangun Isola (Istana Olahraga) yang sangat megah.

 

Gedung Isola tersebut dikhususkan untuk cabor bulu tangkis. Bentangan gedungnya dari yang kini Rita Isola hingga ke Moro.

 

Saking besarnya, Isola menjadi gedung bulu tangkis indoor terbesar pertama di Asia Tenggara.

 

Berikutnya usai Isola gulung tikar, pada gedung tersebut dijadikan sebagai gedung bioskop elite yang bernama Bioskop President.

 

BACA JUGA:Moro Purwokerto Viral di Tiktok Hingga Ramai Dibincangkan Netizen, Ada Apa Dengan Moro?

 

BACA JUGA:Moro Berikan Hadiah Langsung dengan Program Lucky Draw Super Market

 

Pada sebelah gedung Bioskop President juga ada gedung bioskop Kamandaka. Keduanya memiliki perbedaan jika Kamandaka memutar film dalam negeri dan India yang disukai kalangan menengah ke bawah.

 

Sedangkan Bioskop President akan memutar film-film barat yang digemari oleh kalangan menengah ke atas seperti pejabat hingga pengusaha.

 

Seiring berjalannya waktu, kedua gedung bioskop tersebut hilang kejayaannya. Pada 17 Desember 1997, akhirnya Moro berdiri yang mana menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan.

 

Moro Purwokerto memiliki gedung dengan empat lantai dengan parkiran yang amat luas baik untuk motor maupun mobilnya.

 

BACA JUGA:Info Lengkap Banyumas Kenthongan Night Parade 2023: Jumlah Grup, Rute, dan Waktu Mulainya!

BACA JUGA:Kelebihan Kenthongan Sebagai Alat Musik Warisan Budaya Lokal Banyumas

 

Penamaan Moro berasal dari bahasa Jawa yang berarti “datang” yang diharapkan dapat mendatangkan konsumen.

 

Pada awal berdirinya Moro Purwokerto yang punya slogan “Belanja Ya di Moro” ini ternyata dimiliki oleh Bapak Ahmad Sutomo dan Ibu Sri Wahyuni.

 

Merujuk dari data terakhir, kepemilikan Moro dipegang oleh Made Widiana yang bernaung di bawah pengelolaan PT Bamas Satria Perkasa.

 

 

BACA JUGA:7 Kuliner Mancanegara di Purwokerto, Berasa Makan di Negara Aslinya

 

BACA JUGA:5 Lokasi Jajanan Street Food Murah di Purwokerto, Wajib Coba!

 

 

Meski belakangan banyak isu mencuat di kalangan masyarakat tentang keberlangsungan pusat perbelanjaan ini, namun Moro saat ini pun masih eksis di tengah masyarakat Purwokerto dan Sekitarnya.

 

Terbukti dengan adanya Banyumas Thrift Market yang diselenggarakan di lantai dua Moro Purwokerto. Event tersebut sejak Rabu 13 September 2023 hingga 19 September 2023.

 

 

Demikian informasi mengenai Moro Purwokerto, semoga dapat menambah wawasan bagi pembaca Radarmas di manapun berada. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: