Jadi Penari Ebeg Ternyata Berisiko, Apa Saja Risikonya?

Jadi Penari Ebeg Ternyata Berisiko, Apa Saja Risikonya?

Hati-hati! Risiko Menjadi Penari Ebeg Ternyata Tidak Kecil!-Radar Banyumas - Disway-

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Ebeg adalah kesenian tari tradisional yang berasal dari Banyumas yang menggunakan kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan dibagian kepalanya diberi ijuk sebagai tanda rambut kuda.

Tarian ebeg sendiri menggambarkan prajurit yang sedang berperang selagi menunggangi kuda. Gerakan tarian yang diperagakan pemain ebeg juga menggambarkan prajurit yang gagah.

Dan terdapat atraksi yang dilakukan oleh pemain ebeg yang memiliki risiko yang tidak kecil. Karena akan sangat berbahaya jika tarian ini dilakukan tanpa orang yang professional.

Berikut beberapa risiko pemain ebeg, yaitu:

BACA JUGA:Meriahkan Hardiknas, 240 Siswa-Siswi SMP N Lumbir Bakal Ngebeg Bareng

BACA JUGA:Direncanakan Fetival Ebeg Jadi Agenda Rutin di TRAP

1.Kesurupan

Kesurupan merupakan risiko untuk pemain ebeg yang sudah pasti, karena pementaasan ebeg menggunakan sesaji atau menyan.

Sesaji sendiri digunakan untuk memberikan persembahan kepada arwah sekitar area agar diberikan kelancaran jalannya pementasan  ebeg.

2. Memakan benda tidak lazim

Nah, karena pemain ebeg akan mengalami kerasukan atau kesurupan (Mendem). Pemain ebeg akan kurang bisa dikendalikan, dan disaat inilah mereka akan melakukan atraksi berisiko.

Para pemain ebeg akan memakan benda-benda yang seharusnya tidak dimakan untuk atraksi, dan ini menjadi salah satu risiko pemain ebeg.

BACA JUGA:Hari Jadi Banjarnegara ke 452 Akan Dimeriahkan 50 Grup Ebeg

BACA JUGA:Lantik Paguyuban Ebeg Tingkat Kecamatan, Sadewo : Sudah Ada Rumah Lengger, Diharapkan Ada Rumah Ebeg di Banyum

Benda yang tidak lazim yang bisa dimakan pemain ebeg biasanya bunga sesaji, kuning telur, mengupas kelapa menggunakan gigi.

Lebih parahnya para pemain juga bisa memakan beling atau pecahan kaca hingga bara api kedalam mulut mereka.

Hal ini membuat para pemain ebeg memiliki risiko yang tidak kecil dengan memakan benda yang tidak lazim.

3. Lepas Kendali

Terjadinya risiko lepas kendali karena pemain ebeg yang memiliki mental yang kurang.

Hal ini akan mengakibatkan pemain ebeg lepas kendali dan besar kemungkinan akan melukai diri mereka sendiri ataupun para penonton.

BACA JUGA:Filosofi Ebeg, Unsur Dakwah Dibalik Kesenian Daerah

BACA JUGA:Menelusuri Lagu-Lagu Tradisional yang Hits Dimainkan Saat Pertunjukan Ebeg Banyumasan

Para pemain biasanya akan berguling-guling ditanah, berlarian, bahkan melompat-lompat di saat kesurupan.

Yang dimana bisa menyebabkan luka bagi para pemain ebeg tanpa disadari, karena pemain sedang dalam keadaan tidak sadar (Kesurupan).

Nah, itu tadi adalah beberapa risiko para pemain ebeg. Apakah kalian tertarik menjadi pemain ebeg?

Sebaiknya dipikirkan dulu matang-matang, karena menjadi pemain ebeg tidaklah semudah yang dikira.

BACA JUGA:Seni Lintas Dimensi, Lengger dan Ebeg pun Kini Tampil di Kafe

BACA JUGA:Lengger dan Ebeg di Kafe, Jaring Segmen Pasar Milenial

Apalagi kalian bisa melukai diri kalian sendiri, karena itu sangat berbahaya. Kesurupan sendiri umumnya juga berbahya.

Karena terkadang ada beberapa kejadian dimana para pemain ebeg yang kesurupan susah untuk disembuhkan.

Karena sugesti dari roh yang sangat kuat dan pemain tersebut tidak memiliki mental yang kuat. Dan karena itu juga pemain ebeg semakin susah dicari.

Karena peminatnya menurun diakrenakan menjadi pemain ebeg memiliki risiko yang tidak kecil.

BACA JUGA:Kabar Baik, Awal Bulan Depan Sertifikat HaKI Mendoan, Ebeg dan Lengger Turun

BACA JUGA:Meriahkan Hardiknas, 240 Siswa-Siswi SMP N Lumbir Bakal Ngebeg Bareng

Namun jika kalian memang sudah berniat untuk menjadi pemain ebeg. Sebelum melakukan pementasan biasanya kalian akan dilatih oleh orang yang lebih profeional.

Agar memperkecil hal-hal  yang tidak diinginkan saat pementasan berlangsung. Siapkan mental kalian jika ingin menjadi pemain ebeg.

Sekali lagi mengingatkan bahwa pemain ebeg memiliki risiko yang tidak kecil.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: