Melihat Budidaya Maggot Black Soldier Fly Greenprosa Banjaranyar

Melihat Budidaya Maggot Black Soldier Fly Greenprosa Banjaranyar

BUDIDAYA : Proses pengeringan maggot di Greenprosa Banjaranyar dengan alat bakar khusus, Jumat (4/8).-YUDHA IMAN PRIMADI/RADAR BANYUMAS-

BACA JUGA:Warisi Kesenian Sejak 1985, Kesulitan Cari Generasi Muda yang Ikut Melestarikan

BACA JUGA:Malvino Athallah Messi, Da'i Cilik Segudang Prestasi, Berawal Agar Anak Tidak Kecanduan Hp Malah Jadi Da'i

"Semakin hari banyak yang membutuhkan maggot. Orang mau memancing ikan butuh maggot. Ada juga pembudidaya ikan Lele dan Gurameh hampir setiap hari datang ke Banjaranyar. Beli satu sampai dua kilogram. Ternyata cukup bagus juga prospeknya," terang dia.

Adapun maggot menjadi pakan alternatif yang sangat bagus tidak hanya untuk ikan tetapi juga unggas. Disinggung modal awal untuk budidaya maggot, jawabannya tanpa modal pun dapat dimulai.

Ada teknik untuk memancing BSF di alam agar dapat bertelur di tempat yang telah disiapkan. Ketika BSF sudah berhasil dipancing, dari situlah sampah organik seperti sisa-sisa makanan sampah rumahan dapat diberikan sebagai makanan maggot.

Sementara untuk tempat budidaya maggot sendiri bisa dimanapun dengan peralatan seadanya. Kesulitan pembudidaya maggot justru utamanya tidak banyak memiliki sumber makanan untuk maggot yang akhirnya dengan segala cara termasuk membeli dan menyebabkan biaya produksi maggot menjadi sangat tinggi.

BACA JUGA:Yuli Miliki Alquran Cetakan Modern Tertua di Indonesia, Dicetak Tahun 1928, Tak Pakai Nomor Ayat

BACA JUGA:Tirakat Setyo Nurdiono, Pelukis Wajah R Djoko Kahiman Bupati Pertama Banyumas Sampai Mimpi Naik Kuda

"Kalau yang ingin lebih serius untuk step berikutnya yang harus dipikirkan adalah sumber makanan bagi maggot. Maggot itu 24 jam terus makan. Menurut saya pribadi ketika budidaya maggot sudah berhasil maka untuk lebih berkembang yang harus dipikirkan sumber makanan untuk maggot," ingat Aulia.

Pesannya untuk sumber makanan bagi maggot, pembudidaya pemula dapat bekerjasama dengan rumah makan dan restaurant sampai pasar tradisional.

Seperti dirinya dahulu saat merintis berkeliling ke pasar-pasar sejak subuh mengambil sampah sisa-sisa buah dan sayur yang sudah busuk untuk dibawa pulang.

Dengan belum banyaknya pemain maggot pada saat itu, kesempatan sukses pada budidaya maggot masih terbuka lebar. Saat ini, Greenprosa perhari dengan mengolah sampah organik 50 ton dapat menghasilkan larva maggot sekitar dua ton dengan produk turunannya berupa maggot kering, pelet maggot sampai minyak maggot.

"Maggot ini banyak sekali keunggulannya. Pertama kali melihat maggot geli, tetapi di sisi lainnya menarik. Ternyata ada hewan yang dapat mengurai sampah secepat itu," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: