Banyak Pengguna Mobil Pilih Beli BBM Tanpa QR Code

Banyak Pengguna Mobil Pilih Beli BBM Tanpa QR Code

Para pengguna motor dan mobil di sisi lainnya antre BBM bersubsidi pada Rabu 18 Januari 2023 sore.-AMARULLAH/RADARMAS-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Penerapan aplikasi milik Pertamina untuk kendaraan roda empat belum dimanfaatkan oleh semua pengguna mobil.

Masih banyak yang memilih membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite maupun solar bersubsidi tanpa menggunakan QR Code (kode matrix). 

Haryono (41), pemilik kendaraan berbahan bakar solar mengaku, meski ia sudah memiliki dan terdaftar kode matrik, namun lebih suka membeli Rp 100 ribu solar bersubsidi.

BACA JUGA:Soal Bansos Pasca Pencabutan PPKM, Dinsospermades : Masih Menunggu Arahan Kemensos

"Mobil saya irit, jadi beli secukupnya saja. Kecuali akan pergi luar kota, baru dicukupi sesuai jatah aplikasi," tuturnya, Rabu 18 Januari 2023.

Rizkiawan (35),pembeli pertalite untuk kendaraannya juga memilih hanya Rp 100 ribu. Selain belum memiliki QR Code, juga masih terjangkau membeli 100 ribu saja. 

"Terutama kalau mulai banyak kebutuhan, maka isi pertalite hanya untuk sekedar ke kota dan pulang serta saat-saat penting saja, selebihnya kalau masih bisa pakai motor, bisa pakai motor saja," ungkapnya.

BACA JUGA:Bangunan Rumah Relokasi Dibantu DD, Bukan di Tanah Kas Desa

Kepala Dinperindag Purbalingga, Johan Arifin menjelaskan, setiap informasi yang masuk dari masyarakat soal stok BBM, langsung dikoordinasikan dengan Pertamina.

Bahkan setiap ada persoalan di area Purbalingga, Alhamdulillah klir usai koordinasi Pertamina.

"Pernah akhir tahun diduga stok solar bersubsidi langka, ternyata masih mencukupi hingga awal Januari kemarin," jelasnya.

BACA JUGA:Pendapatan Pariwisata di Banyumas Hanya Rp 16,6 Miliar, Target Rp 48,7 M Tak Terealisasi

Untuk diketahui, kendaraan roda empat yang bisa mengakses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, mulai di didata per 1 Agustus 2022 lalu. Kemudian pada Desember 2022 diberlakukan QR Code.

Ada beberapa kendaraan yang dilarang menggunakan BBM pertalite dan solar bersubsidi dan sebaliknya. (amr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: