Banner v.2

Gelombang Baru Covid-19, Cilacap Perkuat Kesiapsiagaan

Gelombang Baru Covid-19, Cilacap Perkuat Kesiapsiagaan

Kepala Dinkes Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ferry Adhi Dharma.-Rayka Diah Setianingrum/Radar Banyumas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan dan telah terdeteksi di sejumlah negara termasuk di Indonesia. Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Hingga saat ini, Kabupaten Cilacap belum mencatat adanya kasus Covid-19 baru.

Plt Kepala Dinkes KB Cilacap, Ferry Adhi Dharma, mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tidak perlu panik. Jaga kesehatan dan imun tubuh, serta biasakan kembali perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan dan menghindari bepergian ke daerah yang terpapar wabah," ujar Ferry.

BACA JUGA:Pelayanan Kesehatan di Pasar Sumpiuh Diaktifkan Lagi , Setelah Vakum Selama Pandemi Covid-19

Surat edaran Kemenkes bernomor SR.03.01/C/1422/2025 yang diterbitkan pada 23 Mei 2025 itu muncul sebagai respons atas lonjakan kasus di beberapa negara Asia, seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Varian yang mendominasi antara lain XEC dan JN.1 di Thailand, LF.7 dan NB.1.8 di Singapura, serta XEC di Malaysia.

Ferry menegaskan bahwa meskipun belum ditemukan kasus di Cilacap, dan varian yang beredar tidak tergolong mematikan, masyarakat tetap perlu waspada. Dinkes juga telah melakukan koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.

Ferry mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas sektor berbasis pentahelix, termasuk edukasi, simulasi penanganan pasien, serta pembinaan kepada seluruh tenaga kesehatan dan Puskesmas.

"Langkah preventif telah kami lakukan melalui pendekatan pentaheliks, mulai dari edukasi hingga simulasi penanganan pasien oleh tenaga kesehatan dan Puskesmas," pungkasnya. (ray)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: