Uji Geolistrik Pada Ancaman Bencana Gerakan Tanah di Banyumas, Kepala BPBD : Terdapat Kerawanan

Uji Geolistrik Pada Ancaman Bencana Gerakan Tanah di Banyumas, Kepala BPBD : Terdapat Kerawanan

Petugas saat melakukan pengujian geolistrik untuk melihat atau mengukur kandungan air pada lapisan tanah. -BPBD UNTUK RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas bersama dengan tim mitigasi Bencana Unsoed. Melakukan uji geolistrik terhadap sejumlah wilayah yang memiliki ancaman Bencana gerakan tanah. 

Uji geolistrik dilakukan di SDN 2 Tlaga dan SDN 5 Cihonje Kecamatan Gumelar. Rt 5 Rw 10 Desa Kracak Kecamatan Ajibarang. Rt 6 Rw 6 Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang. Serta Rt 4 Rw 3 Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen. 

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho mengatakan, uji geolistrik tersebut dilakukan pada wilayah yang memiliki ancaman- bencana gerakan tanah. 

BACA JUGA:Pembangunan Gedung Baru Puskesmas Purwokerto Timur 1 Masuk Finishing

Pendekatan scientifik itu dilakukan untuk melihat potensi kerawanan dan potensi ancaman. 

"Kita melakukan scientific approach terhadap potensi kejadian bencana. Uji geolistrik ini kita lakukan untuk melihat kandungan di dalam tanah," katanya, Kamis (14/12/2023). 

Dan seperti uji geolistrik yang dilakukan Di SDN 2 Tlaga dan SDN 5 Cihonje Kecamatan Gumelar. Didapati sejumlah sumber air yang berada dibawah permukaan tanah. 

BACA JUGA:Kalahkan Persik Dua Gol Tanpa Balas, Persibangga Lolos ke Babak 8 Besar Liga 3

"Seperti uji geolistrik yang telah kita kita lakukan di SDN Cihonje dan Telaga. Di bawah tanah itu terdapat beberapa sumber air yang berpotensi mengganggu kestabilan tanah diatas (permukaan, red)," jelasnya. 

Sehingga dengan temuan tersebut, tentunya menimbulkan kerawanan.

"Setelah itu kemarin kita rapatkan, kita koordinasikan dengan beberapa OPD terkait, Kecamatan, Kepala Desa dan Kepala Sekolah. Karena ada potensi ancaman atau kerawanan. Kemudian kita juga bekerjasama dengan mitigasi bencana unsoed untuk menjelaskan potensi kerawanan bencana secara scientifik," tutupnya. (win)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: