Dharma Santi Suguhkan Hiburan untuk Masyarakat

Dharma Santi Suguhkan Hiburan untuk Masyarakat

Masyarakat menikmati hiburan seni budaya Tari Cakilan dalam acara Dharma Santi eksternal, Sabtu (29/4) malam di Lapangan Desa Klinting. Kegiatan merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945.-fijri Rahmawati/Radarmas-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Umat Hindu di Kabupaten Banyumas mengadakan Dharma Santi eksternal, Sabtu (29/4) malam di Lapangan Desa Klinting, Kecamatan Somagede.

Dharma Santi merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945.

Kali ini, kegiatan tingkat kabupaten dan melibatkan lintas iman di wilayah Banyumas.

BACA JUGA:Variasi Bentuk Ketupat Warnai Bada Kupat Desa Watuagung

"Dharma Santi eksternal bermakna menciptakan hubungan harmonis. Umat Hindu mengaplikasikan konsep tri kerukunan umat beragama," jelas Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas, Slamet Rahardjo di lokasi.

Tri kerukunan meliputi internal umat beragama, serta antar umat beragama dan pemerintah.

Dharma Santi eksternal juga sekaligus Umat Hindu menerapkan modernisasi beragama.

Tanpa membedakan perbedaan agama, suku, ras, dan lainnya.

BACA JUGA:Peningkatan Jalan Ruas Baturraden-Serang Bakal Rampung Tahun Ini

"Dharma Santi bermakna bagaimana menciptakan kedamaian melalui ajaran kebenaran, saling memaafkan," terang Slamet.

Puncak Dharma Santi menyuguhkan hiburan untuk masyarakat umum.

Ada hadroh dan pelaku seni budaya berpartsipasi.

BACA JUGA:Libur Lebaran 2023, PHRI Sebut Okupansi Hotel di Banyumas Tetap Landai

"Teman-teman seniman pada sengkuyung untuk Dharma Santi eksternal. Toleransi terlihat nyata di sini," imbuh Slamet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: