Honda

Pengendara Ngeyel, Jembatan Kalipelus Yang Ditutup Dilalui Pagi Tadi, Petugas Dipaksa 'Ngalah'

Pengendara Ngeyel, Jembatan Kalipelus Yang Ditutup Dilalui Pagi Tadi, Petugas Dipaksa 'Ngalah'

Pengendara roda dua saat melewati jembatan kalipelus yang statusnya masih di tutup total, Rabu (25/1). Foto Masduqisihid--

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID- Tidak indahkan himbauan, Jembatan Kalipelus yang statusnya masih ditutup total ternyata mulai dilalui oleh warga setempat sejak pagi tadi, Rabu (25/1). 

Keinginan warga setempat khususnya warga Desa Dukuhwaluh dan Kelurahan Arcawinangun yang hendak menuju ke SD UMP dan SD Arcawinangun membuat petugas penjaga kalah. 

Pasalnya hingga saat belum ada keputusan jikalau jembatan itu sudah dapat dilalui, namun karena kondisi warga setempat yang mulai jenuh karena harus memutar jauh memaksa petugas yang bersiaga di jembatan harus kalah dengan keinginan warga. 

Hingga akhirnya masyarakat setempat pun dapat melalui jembatan yang berbahaya itu, sejak pukul 06.00 hingga pukul 07.30 WIB pagi tadi. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Andi Risdianto mengatakan, jika status jembatan masih ditutup total. 

Namun dari petugas BPBD yang berjaga dilapangan meski telah melakukan himbauan terhadap masyarakat, tetapi hal itu tidak diindahkan. 

"Kemarin memang kita sudah tampung aspirasi dan keinginan masyarakat di sana, dan keputusannya itu masih ditutup," ungkapnya. 

Ia juga menjelaslan, meski dari petugas sudah melakukan himbauan, akan tetapi hal itu tidak diperhatikan oleh warga setempat. 

"Kami di sana tugas kami menghimbau dan memonitoring terkait kebencanaannya, tapi petugas kami malah biasanya menjadi bahan ejekan, ketika petugas kami menghimbau, malah diejek," tambahnya. 

Jembatan Kalipelus masih ditutup total, adapun pengguna jalan yang sempat melalui jembatan Kalipelus itu tadi pagi, menurutnya, terjadi karena miss komunikasi dan tidak dapat terbendungnya keinginan warga. 

"Warga mulai jenuh, dan keinginan itu yang tidak bisa dibendung, jadi terjadi miss koordinasi," tutupnya. (win)

Sumber: