Banner v.2

Radar Kilometer Season Dua Pecah Rekor

Radar Kilometer Season Dua Pecah Rekor

'Standar' Baru Tercipta 2000 Km PURWOKERTO - Rata-rata 300 kilometer perhari mengayuh sepeda. Jika ditarik garis lurus, kurang lebih Purwokerto ke Jogjakarta, lalu balik lagi ke Purwokerto. Begitulah ketangkasan para pencentak rekor di Radar Kilometer. Tak hanya mematenkan namanya di atas podium, dua pesepeda ini berhasil memecahkan rekor even sepeda Radar Banyumas tahun lalu. Mereka adalah Dakhirin atau yang menggunakan akun Strava Gondrong Djorkewhae dengan perolehan 2.509,86 km. Sedangkan posisi kedua adalah Andiyanto Setyabudi dengan 2.385,91 km. Panitia membebaskan peserta untuk gowes dimanapun asalkan outdoor. Sedangkan kedua peserta ini, memilih untuk memutari Loopdepo. Mereka berteman, sekaligus berkompetisi. Nyaris tiap hari mereka bertemu di jalur yang sama. Saling menyalip satu sama lain. Dakhirin yang kini sudah memasuki usia 45 tahun, mengatakan rasa campur aduk berkompetisi selama delapan hari. Pegal, jelas. Lelah, sudah bukan pertanyaan. Namun, Ia tak kapok, setelah kompetisi usai pun Ia tetap bersepeda. "Ini momen menarik, gowes bareng teman sampai malam," kata dia. Ia mengatakan, terpenting dalam kompetisi ini adalah tiap kayuhnya selalu dibawa happy. Ia memulai gowesnya dari pagi petang, hingga malam penghujung. Bertemu dengan keluarga, hanya jika beristirahat untuk salat dan makan. "Untungnya deket rumah, jadi bisa pulang," tuturnya. Menurutnya, dibanding tahun lalu, kali ini benar-benar menggeber kemampuannya. Rasa dan kisah yang tak jauh beda juga dialami oleh teman seperjuangan Dakhirin, yaitu Andiyanto Setyabudi. Andi, sapaannya, menduduki posisi kedua. Kalimat yang cukup menggugah semangat darinya adalah, kalau sudah gowes begini jangan terlalu banyak dipikir, yang penting semangat saja, jalani saja. "Ya kalau soal pegal, sakit di bagian pantat. Itu memang saya rasakan. Kalau capek sepuluh persen. Sembilan puluh persennya, capek banget," katanya. Tentulah akan seperti itu, sebab dia bisa belasan jam berada di atas sepeda. Pulangpun pukul setengah 12 malam. Sama seperti kompetitornya, Ia pun juga memilih jalur Loopdepo. "Ya selama delapan hari itu, setiap harinya itu unik," katanya. Ia bercerita, sempat tidur di warung, sambil istirahat. "Pokoknya mantep," imbuhnya. Pada dua hari terkahir sebelum penutupan, Ia mulai merasa kondisi badan sudah jenuh dan drop. Ia mengatakan penting untuk memenuhi vitamin dan asupan makanan yang cukup. Even rutin tahunan kali ini, ditutup dengan capaian yang luar biasa dari para peserta. Ada empat peserta dari kategori 500K pria yang berhasil menorehkan lebih dari 2.000 km. Angka itu jadi standar yang cukup tinggi di gelaran Radar Kilometer 500K. Ketua Panitia Radar Kilometer, Maulidin Wahyu mengatakan, gelaran Radar Kilometer kali ini sangat seru dan ketat sekali persaingannya. Melihat hasil torehan peserta, Radar Kilometer nampaknya punya 'standar' baru bagi yang gila sepeda. "Tahun ini benar-benar luar biasa. Para peserta bertarung habis-habisan, sampai menit akhir. Angka 2.000 kilometer bukan angka yang mustahil diraih, itu bisa jadi 'standar' bagi yang menyebut dirinya pegowes sejati," katanya. Ya, capaian dari peserta tahun ini bisa jadi tolok ukur untuk gelaran berikutnya. Yang artinya, standar setiap tahun bakal terus meningkat. https://radarbanyumas.co.id/unggah-lewat-instagram-bukan-strava-radar-kilometer-best-foto-competition/ "Yang jelas gelaran Radar Kilometer berikutnya bakal makin menantang. Dan juga makin berat, tapi bagi pegowes sejati justru makin terpacu untuk memburu standar itu," paparnya. Ia menambahkan, salah satu peserta Radar Kilometer Kategori 500K pria Septian Adi Susanto berhasil mengumpulkan 2.079,06 Km. Dengan torehan itu Adi Susanto berhasil bertengger di posisi keempat. "Bagi yang ingin juara di season berikutnya torehan 2.000 km tidaklah cukup. Harus bisa lebih dari itu, karena posisi empat saja torehannya 2.079 Km," tuturnya. Dengan capaian yang luar biasa ia sampaikan banyak apresiasi bagi para peserta. Yang menurutnya, sudah menyuguhkan 'pertarungan' yang seru. "Selama kompetisi Radar Kilometer season dua digelar, semua ingin jadi yang terbaik. Susul menyusul torehan terbanyak antar peserta mewarnai gelaran ini," ucapnya. Terakhir ia juga sampaikan terimakasih, kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya Radar Kilometer season dua. "Untuk para sponsorship terimakasih atas semua dukungan dan kerjasamanya. Semoga jalinan kerjasama ini bisa tetap terjalin di season-season berikutnya," jelasnya. Untuk penghargaan sendiri, bakal dilaksanakan tanggal 14 Januari pukul 14.00 WIB berlokasi di Pendopo Si Panji Purwokerto. "Peserta yang mencapai 500k berhak mendapat sertifikat," tuturnya. Rencananya, Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein yang akan menyerahkan sertifikat dan hadiah bagi para pemenang. "Pak bupati nanti akan menyerahkan sertifikat dan hadiah. Karena ia juga sangat mendukung dan mengapresiasi event Radar Kilometer ini," pungkasnya. (mhd/aam) RADAR KILOMETER 2021 Juara Kategori 500K Pria Juara 1 : Dakhirin : 2.509,86 KM Juara 2 : Andiyanto setyabudi : 2.385,91 KM Juara 3 : Sugi Haryanto : 2.235,90 KM Juara 4 : Septian Adi Susanto : 2.079,06 KM Juara 5 : Sidik : 1.953,32 KM Juara Kategori 500K Wanita Juara 1 : Tri Haryati : 1.583,13 KM Juara 2 : Kurnia Elia : 1.411,96 KM Juara 3 : Lina Setyo Utami : 1.379,68 KM Juara 4 : Nining sutriawati : 1.326,31 KM Juara 5 : Ati Mulyati : 1.215,14 KM Juara Kategori Moving Time Juara 1 : Maiza lahenda : 500,16 KM - 12:08:21 Juara 2 : Fatur Alfarizkyanto : 500,07 KM - 12:44:22 Juara 3 : Agus Purwoto : 500,83 KM - 13:56:38 Juara Best Foto Competition - Hendry Budijanto - Sugi Haryanto - Tri Haryati - Kurnia Elia - Supardi - Ardi Firmansyah Finish 500K - Junedi - Ngatik Susanto - Narsan - Ikhsan Sutanto - Ivan Yulianto - Sovy Novenda - Juventus Noverianto - Risfa Wisnu Dwi Mukti - Ardi Firmansyah - Panji Adita Adiyasta - Nur Kholis - Tri Hendra Widia M - Tri Pitoyo - Sutikman - Agus Purnomo - Saeful Khafidin - Catra Nugraha - Rendika Setiawan - Eliati Nuryamah - Orchides Anatama - Sheraina Shahnaz Nadia - Supardi - Bayu Eko Hariyadi - Oki Febrian

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: