Uang Palsu Gegerkan Pasar Cilongok Banyumas, Pedagang Lansia Jadi Sasaran, Terduga Pelaku Terekam CCTV
Terduga pelaku peredaran uang palsu di Pasar Cilongok tertangkang CCTV, Sabtu (4/4).-DOK WARGA UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Aktivitas pagi di Pasar Cilongok mendadak geger setelah ditemukan peredaran uang palsu, Sabtu (4/4) sekitar pukul 07.00 WIB. Kejadian itu berlangsung saat pedagang tengah sibuk melayani pembeli di jam ramai pasar.
Dari rekaman CCTV yang dihimpun petugas, pelaku diketahui seorang pria yang mengenakan kaus hijau dan celana pendek. Ia tampak berkeliling pasar layaknya pembeli biasa sebelum melancarkan aksinya.
Salah satu saksi, Sigit Soeranangga, mengungkapkan pelaku diduga sengaja mengincar pedagang lansia. Modusnya dengan membeli barang dalam jumlah kecil namun membayar menggunakan uang pecahan besar yang diduga palsu.
"Setelah transaksi, pelaku langsung pergi dan bahkan meninggalkan barang belanjaannya," ujarnya. Cara ini diduga untuk mengelabui pedagang agar tidak langsung curiga.
BACA JUGA:6.461 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan, BI Purwokerto dan Aparat Tegaskan Tak Ada Toleransi
Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya empat pedagang dilaporkan menjadi korban. Mereka terdiri dari pedagang sayur dan pisang dengan kerugian bervariasi mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.
Kejadian ini langsung memicu kepanikan di kalangan pedagang pasar. Petugas pasar bersama pedagang bergerak cepat menyisir area sekitar setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV.
Namun, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Pelaku diduga telah melarikan diri dari lokasi sebelum berhasil diamankan.
Pihak pengelola pasar mengimbau pedagang dan pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat menerima pembayaran dari pembeli yang tidak dikenal agar terhindar dari peredaran uang palsu.
BACA JUGA:Uang Palsu Masih Ditemukan di Pasar Sumpiuh
Selain itu, pedagang diminta lebih teliti dalam memeriksa keaslian uang, khususnya pada pecahan besar. Langkah pencegahan ini dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
