Banner v.2

Merapi "Batuk" Lagi, Kemarin Siang Muntahkan 2 Awan Panas

Merapi

WEDHUS GEMBEL: Awan panas guguran Gunung Merapi pada 13.39 WIB meluncur sejauh 1.800 meter ke arah barat daya, dengan amplitudo 24 milimeter dan berdurasi 154 detik, Jumat (7/1). (BPPTKG JOGJAKARTA for RADAR JOGJA) JOGJA – Merapi mengeluarkan awan panas guguran sebanyak dua kali ada Jumat siang (7/1). Awan panas guguran pertama terjadi pada 13.29 WIB. Sementara untuk awan panas kedua terjadi pada pukul 13.39 WIB. Meski demikian, untuk status masih Level III atau Siaga sejak 5 November 2020. Berdasarkan data BPPTKG Jogjakarta, awan panas pertama tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 milimeter. Untuk durasi mencapai 223 detik. Dengan ketinggian kolom erupsi setinggi 300 meter. “Kolom erupsi condong ke barat daya dengan jarak luncur awan pana guguran sejauh 2.500 meter ke arah barat daya juga. Untuk angin ke timur,” jelas Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat siang (7/1). Awan panas guguran kedua atau 13.39 WIB meluncur sejauh 1.800 meter ke arah barat daya. Tercatat di seismogram BPPTKG Jogjakarta dengan amplitudo 24 milimeter. Untuk durasi mencapai 154 detik. “Untuk awan panas kedua teramati dengan ketinggian kolom 150 meter dari puncak Gunung Merapi. Jarak luncurnya 1.800 meter ke arah barat daya,” katanya. https://radarbanyumas.co.id/update-gunung-merapi-berstatus-siaga-guguran-lava-meluncur-hingga-jarak-2-000-meter/ Berdasarkan catatan ini, Hanik memastikan Gunung Merapi masih berstatus Level III atau siaga. Warga dilarang beraktivitas dengan jarak radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Guna mengantisipasi munculnya aktivitas secara tiba-tiba. (Dwi/radarjogja/ttg)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: