Ramadan, Kampung Nopia Banyumas Berhenti Beroperasi, Base Camp Beralih Jadi Ruang Ibadah
Pengelola wisata swadaya Kampung Nopia membersihkan base camp dan memasang karpet untuk persiapan salat tarawih warga, Rabu (18/2). -AGUS UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Aktivitas wisata di Kampung Nopia, Desa Pekunden, Kecamatan BANYUMAS, resmi dihentikan sementara selama Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Keputusan ini diambil karena base camp yang menjadi pusat kegiatan wisata dialihfungsikan untuk salat tarawih warga.
Base camp selama ini dikenal sebagai bangunan multifungsi yang menjadi penunjang utama kegiatan wisata. Fungsinya meliputi pusat informasi, titik kumpul wisatawan, hingga lokasi atraksi demo edukasi pembuatan nopia bagi para pengunjung.
Ketua RT 3 RW 4 Agus Silo menjelaskan, setiap bulan puasa bangunan tersebut selalu berubah fungsi menjadi tempat ibadah warga. Kebijakan penutupan wisata dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah Ramadan.
“Menghormati agama yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Sehingga base camp dipakai untuk tarawih dulu,” tutur Agus yang juga Ketua Pengelola Wisata Kampung Nopia, Rabu (18/2).
BACA JUGA:Balai Warga Kampung Nopia di Banyumas Dibangun, Dana Baru 10 Persen Tetap Digeber
Seiring perubahan fungsi itu, seluruh sarana dan prasarana wisata yang berada di dalam ruangan dipindahkan ke gudang. Pengelola juga membersihkan lingkungan sekitar bangunan untuk menyambut datangnya bulan suci.
Penataan dilakukan agar suasana ibadah tetap khusyuk dan nyaman bagi warga. Dinding ruangan base camp yang sebelumnya dipenuhi banner, gambar, dan foto turut ditutup menggunakan kain.
“Kita tutup dinding dengan kain agar gambar-gambar tidak terlihat,” sambung Agus.
Setelah seluruh ruangan dipastikan bersih dan rapi, pengelola memasang karpet untuk keperluan salat tarawih berjamaah yang akan dimulai pada malam hari. Penyesuaian ini rutin dilakukan setiap Ramadan sebagai bagian dari komitmen sosial pengelola terhadap lingkungan sekitar.
Meski aktivitas wisata berhenti sementara, para perajin nopia di Kampung Nopia tetap menjalankan produksi. Agus mengatakan, persiapan sudah dilakukan untuk menyambut lonjakan permintaan menjelang Idul Fitri.
BACA JUGA:Kunjungan Kampung Nopia Capai 9.005 Orang, Target 2026 Naik Dua Kali Lipat
Biasanya dua minggu sebelum hari raya, pesanan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal. Momentum lebaran menjadi salah satu periode tersibuk bagi para perajin nopia di kawasan tersebut. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

