Jalan Sibalung–Pandak Banyumas Mulai Ditangani, Perbaikan Dibiayai Dana Khusus
Jalan rusak Sibalung–Pandak mulai diperbaiki Pemkab Banyumas, diharapkan kembali lancarkan mobilitas warga.-RUSLI UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kerusakan jalan kabupaten ruas Sibalung–Pandak di Kecamatan Sumpiuh akhirnya mulai ditangani Pemerintah Kabupaten BANYUMAS. Penanganan dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dengan fokus pada peningkatan kualitas jalan.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi penanganan long segment serta peningkatan atau rekonstruksi jalan. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki kondisi jalan yang selama ini rusak.
Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia mengatakan penanganan diawali dengan kajian teknis lapangan. Kajian tersebut meliputi pengecekan Detail Engineering Design (DED) dan kondisi eksisting di lapangan.
“Menentukan batas-batas badan jalan yang beririsan dengan tanah milik warga untuk menghindari masalah kepemilikan tanah,” terang Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia, Jumat (3/4).
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Penghubung Bobotsari–Mrebet Purbalingga Sempat Tak Bisa Dilalui
Kajian teknis lapangan juga mencakup uji kualitas air sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui potensi dampak proyek terhadap pencemaran air di sekitar lokasi.
Rusli menambahkan pada hari ini dilakukan penentuan titik benchmark dan stake out untuk trase jalan. Penentuan ini menjadi acuan dalam menentukan posisi batas dan bentuk badan jalan sesuai rencana.
“Sumber dana pekerjaan jalan kabupaten ruas Sibalung-Pandak dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” sambung Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia.
Jalan kabupaten ruas Sibalung–Pandak merupakan akses alternatif jalur selatan di wilayah Banyumas timur. Jalur ini menjadi penghubung penting selain jalan nasional yang ada.
BACA JUGA:Jalan Rusak Masih Jadi PR Banyumas, 46 Persen Butuh Penanganan Serius
Kondisi jalan yang rusak selama ini menyendat lalu lintas pengguna jalan. Padahal jalur tersebut berperan penting dalam memperpendek jarak tempuh berbagai aktivitas masyarakat.
Aktivitas tersebut meliputi pendidikan, ekonomi, hingga pertanian warga sekitar. Kerusakan jalan membuat mobilitas menjadi tidak efisien dan memakan waktu lebih lama.
Salah satu pengguna jalan, Septi Kurniasih asal Sumpiuh, menuturkan harus memutar saat hendak ke rumah orang tuanya di Desa Sibalung Kecamatan Kemranjen. Ia terpaksa memilih jalur lain karena kondisi jalan yang rusak.
Menurutnya, rute alternatif yang ditempuh biasanya melalui jalan nasional Sumpiuh–Kemranjen atau melewati wilayah Nusawungu, Cilacap. Jarak tempuh yang dilalui menjadi lebih jauh dibanding jalur utama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
