Meriah! Kirab Budaya Banjarnegara Usung 5 Gunungan Penuh Makna
Warga antusias memadati Alun-alun Banjarnegara untuk ikut berebut lima gunungan saat acara kirab budaya.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di pusat Banjarnegara, Kamis (2/4/2026). Mereka datang sejak pagi untuk menyaksikan kirab budaya yang menjadi puncak rangkaian perayaan daerah tahun ini.
Sorotan utama dalam kirab tersebut adalah arak-arakan lima gunungan hasil bumi yang diusung dalam prosesi budaya. Gunungan itu menjadi simbol potensi alam sekaligus wujud syukur atas hasil pertanian yang melimpah di wilayah Banjarnegara.
Bupati Amalia Desiana mengatakan, lima gunungan yang dikirab bukan sekadar hiasan seremonial. Jumlahnya memiliki makna khusus yang mewakili potensi wilayah dari lima eks kawedanan di Banjarnegara.
“Gunungan ini melambangkan rasa syukur atas potensi alam yang dimiliki Banjarnegara sekaligus menggambarkan kekayaan hasil bumi dari berbagai wilayah,” kata Amalia.
BACA JUGA:Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas , Sadewo Minta Masyarakat Guyub Rukun
Dia menjelaskan, jadwal perayaan tahun ini sempat mengalami penyesuaian dari waktu biasanya. Meski demikian, menurutnya antusiasme masyarakat tetap tinggi.
“Partisipasi masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa warga masih memiliki rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap daerahnya,” ujarnya.
Selain kirab gunungan, puncak kegiatan juga diisi dengan penampilan tari massal dan flash mob yang melibatkan pelajar SD dan SMP. Ribuan siswa ikut memeriahkan acara yang digelar di pusat kota.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman mengatakan, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada hari puncak saja. Sejumlah agenda budaya dan hiburan telah disiapkan hingga awal pekan depan.
BACA JUGA:25 Gunungan dan 9 Kubah Stupa, Masjid Watu Sanggar Purbalingga Padukan Islam-Jawa
“Setelah kirab, masih ada carnival dan parade budaya dari 20 kecamatan. Kegiatan ini berlangsung mulai siang hingga malam,” kata Tursiman.
Menurutnya, penampilan peserta parade juga akan dilombakan untuk menentukan penampilan terbaik dari masing-masing kecamatan.
Rangkaian kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan dengan Festival Ebeg atau kuda lumping pada Minggu (5/4/2026). Festival tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap kesenian tradisional yang masih hidup di berbagai desa di Banjarnegara.
Sebagai penutup, pemerintah daerah juga menyiapkan kegiatan sosial berupa sunatan massal serta pelayanan publik gratis bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
