Nelayan Cilacap Siapkan Jolen untuk Festival Nelayan Cilacap 2025
Sejumlah jolen dipersiapkan oleh nelayan Cilacap.-RAYKA/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Para nelayan bersama keluarga dan sesepuh adat, tengah mempersiapkan jolen atau wadah sesaji khas ritual Sedekah Laut yang akan menjadi inti dari perayaan Festival Nelayan Cilacap 2025.
Tradisi tahunan ini bukan sekadar larung sesaji, melainkan wujud syukur atas rezeki laut sekaligus harapan akan keselamatan dalam menjalani kehidupan di tengah samudra.
"Ada sembilan jolen yang akan dilarung tahun ini, satu milik HNSI dan delapan lainnya dari kelompok nelayan," terang Pardjo, Wakil Ketua I DPC HNSI Cilacap, saat ditemui di sela persiapan, Rabu (25/6/2025).
Delapan kelompok nelayan yang berpartisipasi antara lain berasal dari Bengawan Donan, Sidakaya, Sentolokawat, Pandanarang, PPSC, Tegalkatilayu, Kemiren, dan Lengkong.
BACA JUGA:Cilacap Bersiap Gelar Festival Nelayan 2025
Pardjo menjelaskan, jolen-jolen tersebut akan diisi sekitar 108 macam ubo rampe, seperti kepala kerbau, sapi, kambing, ayam hidup, ada pula yang menata dupa dan bunga menyan seperti kantil, mawar, kenanga dan lain sebagainya.
Jolen-jolen ini nantinya akan dikumpulkan dan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten menuju Pantai Teluk Penyu, melalui prosesi arak-arakan yang menjadi magnet ribuan penonton setiap tahunnya.
Yang istimewa, tahun ini juga akan ada titipan sesaji dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, melalui Paguyuban Kerabat Mataram (Pakem), sebagai bentuk penghormatan budaya antarwilayah.
Sesaji tersebut berupa dua kotak yang berisi pakaian lengkap wanita dari hiasan kepala, konde, kain jarik, hingga perhiasan seperti anting, cincin, dan kalung, serta sepasang sandal yang semuanya akan ikut dilarung ke laut.
BACA JUGA:Festival Nelayan Akan Digelar, Warga Cilacap Wajib Nonton!
"Ini bukan sekadar barang. Ada makna di baliknya, ada harapan, ada simbol kekerabatan. Dan kami merasa terhormat," ungkap Pardjo.
Prosesi arak-arakan akan dimulai dari Pendopo Kabupaten, melewati Alun-Alun, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sutoyo, hingga menuju Pantai Teluk Penyu melalui pintu masuk utama.
Di sepanjang rute ini, barisan drum band dan iring-iringan budaya akan memeriahkan suasana. Bupati Cilacap dan istri juga dijadwalkan turut serta dalam prosesi ini.
Usai larungan, lanjut Pardjo, masing-masing kelompok nelayan akan menggelar tasyakuran dan pagelaran wayang kulit sebagai penutup spiritual dan hiburan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

