Geng Motor Tawuran di Banyumas, Kasatreskrim : Masih Ada Hubungan dengan Geng Motor Konvoi di Alun-alun

Geng Motor Tawuran di Banyumas, Kasatreskrim : Masih Ada Hubungan dengan Geng Motor Konvoi di Alun-alun

Tawuran geng motor di Banyumas , tepatnya di Jalan Raya Patikraja - Sidabowa -Foto tangkapan layar Ahmad Erwin/Radar Banyumas -

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID-  Dua kelompok geng motor yang terlibat bentrok di Jalan Raya Sidabowa Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas, Minggu (8/1) dini hari kemarin ternyata masih ada hubungan dengan kelompok geng motor yang beraksi konvoi dengan membawa senjata tajam (sajam) bulan Agustus 2022 lalu. 

"Geng motor yang dari Cilacap ini ternyata masih ada kaitan dengan mereka lakukan konvoi sajam yang viral dulu," kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Supriadi S, Rabu (11/1).

Kaitannya, Kasat Reskrim menjelaskan, dari satu orang anggota geng motor Enjoy Warok asal Cilacap dengan inisial ADA (17) warga Menganti Kesugihan Cilacap ternyata masih satu geng dengan geng aliansi ataupun geng warrior yang pada bulan Agustus lalu konvoi dengan menggunakan sajam di Alun-Alun Purwokerto.

BACA JUGA: Ribut Geng Motor di Sidabowa Patikraja, Banyumas VS Cilacap, Tiga Luka-luka, Polisi Buru Geng Motor

Diketahui, ADA mengalami luka bacok dan saat ini masih di rawat di RS Wisnu Husada Patikraja.

"Yang korban ini dari Cilacap itu geng motor waktu dulu, masih ada hubungan, masih satu geng aliansi," tambahnya. 

Adapun tindak lanjut untuk mengantisipasi kembalinya bentrokan antara geng motor itu. 

Menurut, Kasat Reskrim, saat ini Kapolresta Banyumas sudah memerintahkan seluruh jajaran Kapolsek untuk patroli intensif di jam-jam rawan. 

BACA JUGA:Gaji Naik, Ini Perbandingan Siltap Kades dan Perangkatnya Tahun 2022 dan 2023, Total 224 Kades Menikmatinya

"Antisipasi dari pak Kapolres sudah memerintahkan seluruh jajaran Polsek untuk patroli intensif di lokasi-lokasi rawan, jadi patroli akan dilaksanakan setiap jam 01.00 WIB hingga 05.00 pagi, mengingat kejadian-kejadian kemarin terjadinya di jam-jam seperti itu," pungkasnya. (win)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: