Kampung Mino Banyumas Turut Terdampak Virus Corona
FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS
MENGHIAS : Warga menggambar caping untuk properti Kampung Mino
BANYUMAS-Tiga jadwal kunjungan wisata ke Kampung Mino Desa Pekunden Kecamatan Banyumas dipastikan ditunda. Menyusul, dikeluarkannya kebijakan pemerintah untuk menanggulangi meluasnya penyebaran corona virus.
"Sektor wisata terdampak corona juga. Tiga rombongan fix menunda kunjungan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dimungkinkan, penundaan pengunjung dalam dua minggu ke depan bertambah," jelas Ketua RT 3 RW 4 wisata swadaya Kampung Mino, Agus Silo, Senin (16/3).
Pengunjung tersebut sudah jauh hari memesan jadwal untuk berwisata ke Kampung Mino. Pengunjung tidak hanya dari lokal wilayah Banyumas, melainkan luar kota. Diantaranya dari Jakarta.
Dampak lain adalah sebanyak 21 perajin nopia di RT 3 RW 4 menurunkan omset produksinya. Pertimbangannya, untuk mengantisipasi kerugian atas lesunya wisata. Kebanyakan pengrajin memasok nopia ke toko atau pusat oleh-oleh.
"Toko oleh-oleh getuk goreng juga menyediakan nopia. Dengan sepinya pariwisata, pengrajin mengurangi produksi. Nopia ini memang sasaran utamanya wisatawan," kata Agus.
Meskipun demikian, Agus mengutarakan memaklumi kondisi yang tengah dialami Indonesia. Pihaknya hanya bisa berharap, virus corona segera teratasi. Sehingga, sektor wisata kembali pulih untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di tengah ditundanya kunjungan wisatawan, warga tetap beraktivitas untuk pengembangan Kampung Mino. Di sela waktu luang, warga merampungkan target melukis caping. Puluhan caping digunakan sebagai properti untuk pengunjung.
"Caping dilukis supaya lebih menarik. Ketika nanti, kondisi sudah pulih, pengunjung bisa memilih properti baru selama berada di Kampung Nopia," tandas Agus. (fij/acd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
