Banner v.2

Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara, 21 Pendaki Turun Dengan Selamat

Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara, 21 Pendaki Turun Dengan Selamat

Ketua Umum Lembaga Pengelola Hutan Desa Wana Karya Lestari, Daryono, saat memberi keterangan Pers, Senin (6/4/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 21 pendaki yang berada di kawasan Gunung Slamet melalui jalur Baturraden Lestari dipastikan turun dalam kondisi selamat, Minggu (5/4/2026). Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik yang berpotensi membahayakan.

Seluruh pendaki berhasil dievakuasi tanpa kendala berarti meski situasi gunung sedang tidak stabil. Kecepatan koordinasi menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan mereka.

Pendaki yang berada di kawasan tersebut terdiri dari rombongan asal Jakarta dan mahasiswa Mapala Unsoed. Mereka langsung diminta turun setelah adanya informasi peningkatan aktivitas gunung.

Langkah penarikan dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko di zona rawan. Terlebih, radius tiga kilometer dari puncak dinyatakan sebagai area berbahaya yang harus dihindari.

BACA JUGA:Suhu Kawah Naik 52,8 Derajat Celcius dalam Sehari, Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara

Ketua Umum Lembaga Pengelola Hutan Desa Wana Karya Lestari, Daryono, menegaskan keputusan evakuasi diambil demi keselamatan. "Melihat dan mendengar adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang berpotensi membahayakan pendaki, maka untuk menjamin keselamatan, jalur pendakian kami tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan," jelasnya, Senin (6/4/2026).

Selain mengevakuasi pendaki, pengelola juga langsung menutup sementara jalur pendakian via Baturraden Lestari. Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah adanya pendaki baru yang masuk ke kawasan rawan.

Meski hingga kini belum ada pelarangan resmi dari BMKG, langkah penutupan tetap dilakukan. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi peningkatan aktivitas vulkanik.

Daryono menjelaskan jarak dari basecamp menuju titik nol gerbang rimba mencapai sekitar tiga kilometer. Sementara dari titik nol ke puncak memiliki jarak kurang lebih 9,1 kilometer.

BACA JUGA:Suhu Kawah Gunung Slamet Melonjak, Pendakian Ditutup Mendadak Demi Keselamatan

Dalam beberapa hari terakhir, pengelola menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait rencana pendakian. Termasuk aktivitas susur jalur yang untuk sementara tidak diperbolehkan.

Ketua KUPS Bidang Wisata Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, L. Hayu Wanto, menyampaikan adanya batasan dari BMKG. "Ada imbauan, pendakian hanya boleh sampai bawah vegetasi. Jika terjadi peningkatan suhu di kawasan Pancuran 7 dan Pancuran 3, maka jalur akan ditutup total," ungkapnya.

Pihak pengelola akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Slamet secara berkala. Perubahan suhu di sejumlah titik menjadi indikator utama dalam menentukan kebijakan berikutnya.

Untuk sementara, masyarakat diminta menunda rencana pendakian. Kepatuhan terhadap imbauan ini menjadi kunci untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: