Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sedikitnya 2.400 Tenaga Guru Dibutuhkan di Banjarnegara

Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sedikitnya 2.400 Tenaga Guru Dibutuhkan di Banjarnegara

Kepala Dindikpora Banjarnegara berinteraksi dengan murid pada saat peringatan Hardiknas beberapa waktu lalu.-Dindikpora Banjarnegara Untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Kebutuhan tenaga pendidik atau guru di Kabupaten BANJARNEGARA cukup besar. Saat ini, sedikitnya dibutuhkan 2.400 orang guru di Kabupaten BANJARNEGARA. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten BANJARNEGARA, Teguh Handoko. 

Dikatakan, jumlah guru paling banyak dibutuhkan untuk jenjang guru pendidikan sekolah dasar (SD). Penambahan jumlah guru, ini sangat penting ditengah tantangan mewujudkan kualitas pendidikan di Banjarnegara.

"Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dibutuhkan tenaga guru tambahan dan sarana prasarana pendidikan yang juga perlu ditingkatkan, di Banjarnegara masih kurang 2400-an guru," katanya, Selasa (7/5/2024).

Kabid Sekolah Dasar Dindikpora Kabupaten Banjarnegara, Heling Suhono menambahkan, kebutuhan guru paling besar memang di tingkat SD. 

BACA JUGA:Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Banjarnegara Periode 2024-2029 Ditetapkan

BACA JUGA:Kabupaten Banjarnegara Berangkatkan 816 Orang Calon Jemaah Haji

"Dari 2.400-an kebutuhan guru tambahan yang dibutuhkan, 1.700 diantaranya merupakan guru SD,"katanya.

Kurangnya tenaga guru di tingkat SD ini, kata dia, akan semakin bertambah parah karena setiap bulan ada saja guru yang pensiun. "Saat ini rata-rata per bulan hampir 30 orang guru yang pensiun," tambahnya.

Disamping menunggu rekruitmen atau pengangkatan guru baru, pihaknya juga mengupayakan berbagai cara agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa optimal. Beberapa langkah yang diambil diantaranya adalah meningkatkan kerja sama dengan masyarakat yang peduli pendidikan.

"Terutama dengan komite sekolah dengan melibatkan peran serta masyarakat," ujarnya.

Selain itu, di tingkatan dinas, pihaknya juga terus mengupayakan kerjasama dengan Perguruan Tinggi yang punya jurusan guru agar mahasiswanya bisa magang di sekolah-sekolah yang kekurangan guru.

"Dengan guru yang ada tetap kita upayakan solusi dan inovasi agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan seoptimal mungkin," pungkasnya. (jud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: