Sempat Dibully, Program Hilirisasi Industri Luhut Makin Yahud!
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan mantan Menteri BUMN serta Komisaris Utama PT. WSM Dahlan Iskan, webinar bersama 200-an lebih direktur utama, direktur, pemimpin redaksi, penanggung jawab, dan redaktur jaringan WSM dan DIsway National Network (DNN), Senin (10/1/2022)
PURWOKERTO - Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menunjukkan keberhasilan atas kawasan industri hijau (green industri) di Kalimantan Utara (Kaltara).
Saat pemaparan, Luhut mengaku sempat mendapat bully-an atas konsep hilirisasi yang digencarkannya itu.
Dibantu dua orang stafnya, Menko Luhut memaparkan sederet capaiannya di bidang hilirisasi industri di Kaltara dan juga Bali International Hospital (BIH) di Sanur, Bali.
"Pengembangan hilirisasi industri berbasis energi ramah lingkungan akan menjadi andalan Indonesia. Karena sumber dayanya cukup melimpah," terangnya.
Indonesia tengah konsen pada pengolahan bahan baku menjadi produk jadi (industri). Tahap awal sudah berjalan, kemudian akan dilanjutkan hilirisasi tahap - tahap berikutnya.
“Kita bekerjasama dengan Tiongkok, Korea dan Dubai,” kata Luhut.
Selain itu, Menko Luhut akan melanjutkan program hilirisasi yang menitik beratkan kepada Industri berbasis digititalisasi.
"Kita tahu bahwa sejak pandemi ini, orang begitu banyak memanfaatkan aplikasi digital. Kita akan mengembangkan Industri ke arah sana,” papar salah satu staf Luhut.
Ada beberapa pengembangan kedepan, seperti pengembangan rumah sakit di Bali. Penataan rumah sakit yang nyaman bagi pasien dan berwawasan eko green (lingkungan hijau). Targetnya menjadi wisata medis atau rumah sakit wisata.
Rumah sakit ini diharapkan bakal menjadi rujukan semua orang. Bahkan mampu menandingi rumah sakit di Singapura dan Malaysia. Seperti diketahui, turis medis di dua negara tetangga itu, mayoritas dari Indonesia.
"Ada sekitar 60 persen turis medis Malaysia dari Indonesia. Dan 40 persen turis medis Singapura dari Indonesia," terangnya.
Pengembangan wisata medis ini, lanjut Luhut, akan menggandeng Amerika Serikat. Nantinya akan ada transfer knowledge dari dokter asing dengan dokter dalam negeri.
"Kita telah berkerjasama dengan RS terkenal di Amerika," terang salah satu staf Luhut.
https://radarbanyumas.co.id/radar-banyumas-grup-webinar-bareng-menko-luhut/
Selain di Bali, wisata medis juga akan dikembangkan di Jakarta dan Medan.
"Nanti tenaga medisnya mengambil dari orang Indonesia yang kini masih mengikuti pendidikan di luar negeri," imbuhnya.
Webinar kali ini, dipandu mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan via zoom. Webinar yang baru kali pertama dilakukan itu, juga diikuti 200-an lebih direktur utama, direktur, pemimpin redaksi, penanggung jawab, dan redaktur jaringan WSM dan DIsway National Network (DNN). (why)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
