Suhu Kawah Naik 52,8 Derajat Celcius dalam Sehari, Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara
Jalur pendakian Gunung Slamet ditutup sementara menyusul lonjakan suhu kawah hingga 464°C.-Dok. Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Lonjakan suhu kawah Gunung Slamet dalam dua hari terakhir memicu penutupan jalur pendakian via Bambangan dan Gunung Malang. Kenaikan suhu dari 411,2°C menjadi 464°C menunjukkan eskalasi aktivitas vulkanik yang signifikan.
Penutupan dilakukan mulai Minggu (5/4/2026) hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas peningkatan risiko erupsi yang terdeteksi dari data pemantauan terbaru.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Hapinindriat, menyampaikan peningkatan suhu kawah berkorelasi dengan tekanan di bawah tubuh gunung. Kondisi tersebut memicu aktivitas seismik berupa gempa dangkal.
"Kondisi tersebut memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi," jelasnya.
BACA JUGA:Suhu Kawah Gunung Slamet Melonjak, Pendakian Ditutup Mendadak Demi Keselamatan
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, aktivitas Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada. Namun, tren peningkatan aktivitas mengharuskan perluasan kewaspadaan.
"Pada tanggal 4 April 2026, tingkat aktivitas Gunungapi Slamet masih ditetapkan pada Level II atau Waspada," ungkapnya.
Rekomendasi resmi menetapkan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. Zona ini dinilai berisiko tinggi terhadap lontaran material pijar dan paparan gas berbahaya.
Potensi ancaman yang teridentifikasi meliputi erupsi abu, hujan lumpur, hingga hembusan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi. Sebaran abu juga berpotensi meluas tergantung arah dan kecepatan angin.
BACA JUGA:174 Hektare Lahan Pertanian di Purbalingga Utara Rusak Akibat Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet
Sebelumnya, sekitar 400 pendaki tercatat melakukan pendakian melalui jalur Bambangan pada Jumat (3/4/2026). Seluruh pendaki telah diimbau untuk tidak mendekati radius berbahaya sebelum penutupan diberlakukan.
"Pengamatan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut," jelasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
