Sebelum menetap di Jalan Isdiman, Warung Tahu Gecot Pak Sis telah berpindah dari beberapa lokasi. Selama 15 tahun, Sis berjualan di warung di depan PMI Purbalingga. Kemudian, mengalihkan usahanya ke depan Hotel Utama, yang menjadi tempatnya selama sekitar 10 tahun sebelum akhirnya menetap di Jalan Isdiman selama lima tahun terakhir.
Meskipun sederhana dengan beberapa meja dan kursi panjang dari kayu jati, Warung Gecot Pak Sis menjadi saksi bisu kelezatan tahu gejot yang terus memikat pelanggannya.
Sambal kuah Gecot yang dihadirkan mengandalkan campuran cabai rawit yang dikukus, kacang tanah yang digoreng, ditumbuk bersama gula jawa, serta sedikit garam.
Tahu Gecot Pak Sis ditawarkan dalam dua pilihan porsi, yaitu porsi sedang dan porsi banyak. Dengan demikian, pelanggan memiliki opsi yang fleksibel sesuai dengan selera dan keinginan mereka.
Warung diatas bukan sekadar tempat jualan tahu gejot, tetapi juga merupakan bagian dari sejarah kuliner Purbalingga. Dengan perjalanan yang panjang dan kelezatan yang tak tertandingi, warung-warung diatas menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para penikmat kuliner yang ingin merasakan kelezatan tahu gejot khas Purbalingga. (wan)