Perluasan Akses Sekolah Melalui Pasti Sekolah

Rabu 14-01-2026,19:47 WIB
Reporter : Yudhis Fajar
Editor : Ali Ibrahim

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sepanjang tahun 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan kerja konkret penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Program komprehensif dijalankan untuk mencapai target Pasti Sekolah selama lima tahun mendatang.

Salah satu yang dilakukan ialah dengan pendirian sekolah negeri terus diupayakan. Sekolah negeri terbaru yang telah dibangun Pemkab Banyumas adalah SMP Negeri 10 Purwokerto dan SMP Negeri 3 Cilongok.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memang menaruh perhatian besar di bidang pendidikan. Dalam program Trilas yang diusungnya, Sadewo menempatkan program Pasti Sekolah di urutan pertama. 

Menurutnya, pembangunan SMP Negeri tersebut adalah langkah nyata atau implementasi dari program Pasti Sekolah yang diusungnya. Sadewo mengakui, tantangan yang ada masih berat. Tetapi, secara bertahap, dia akan terus berupaya memastikan seluruh anak Banyumas mendapat akses sekolah.


Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Kadindik Kabupaten Banyumas, Drs Joko Wiyono MSi Pembangunan SMPN 3 Cilongok.-YOI UNTUK RADARMAS-

Saat ini, jumlah ATS yang ada di Kabupaten Banyumas mencapai sekira 13 ribu orang. Sadewo menuturkan, setidaknya sudah ada empat kegiatan yang dilakukan untuk mengentaskan Anak Tidak Sekolah. "Saya simpel saja. Keberhasilan pembangunan itu tidak  diukur dari seberapa banyak program yang dibuat. Yang lebih penting ialah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya. 

BACA JUGA:Sudah Miliki 14 Titik Sekolah Rakyat yang Beroperasi, Jawa Tengah Genjot Penambahan Titik

Beberapa program penanganan ATS ialah peluncuran Program Si Patas atau Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah, penyerahan bantuan sosial KBP, dan perlengkapan siswa SD dan SMP. Selain itu ada juga peluncuran Bus Sekolah Gratis Banyumas untuk mewujudkan akses pendidikan yang merata. Tak ketinggalan peluncuran Trans Banyumas Rute Terminal Bulupitu-Kejawar Banyumas.

Mengenai Program Si Patas, program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas ini disebut sebagai langkah konkret dan komprehensif pemerintah daerah dalam menuntaskan permasalahan anak tidak sekolah (ATS) di Banyumas.

Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk lurah, kepala desa, camat, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, untuk mendukung program ‘Si Patas’ secara serius dan bertanggung jawab.

Dia berharap program ini dapat berjalan konsisten, terus berkembang, dan menjadi pijakan strategis bagi lahirnya kebijakan jangka panjang yang mendukung sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan merata di Banyumas.

BACA JUGA:SMK Muhammadiyah 1 Cilacap Mantapkan Diri Jadi Sekolah Masa Depan Berbasis Industri 4.0

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs Joko Wiyono MSi mengungkapkan jumlah  ATS di Banyumas mencapai 13.426 orang. Angka ini mencakup anak putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, dan yang belum pernah bersekolah, yang semuanya akan menjadi sasaran program ‘Si Patas’.

Joko Wiyono menegaskan pembangunan SMPN 10 Purwokerto dan SMPN 3 Cilongok sejalan dengan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Banyumas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyukseskan program wajib belajar 13 tahun.

"Kami memohon dukungan dari seluruh pihak agar semua warga Banyumas bisa mengenyam pendidikan, sebagai wujud negara hadir untuk mewujudkan education for all,” ujarnya.

Kategori :