Jemput Bola ke Pusat, Cilacap Dapat Dukungan Anggaran Rp 887 Miliar
Kondisi pasar Kroya setelah pembangunannya mandek. Tahun ini pembangunan Pasar Kroya dapat anggaran sekitar Rp 48 miliar.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap berhasil mengakses dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sebesar Rp 887 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan di sejumlah sektor strategis, salah satunya untuk pembangunan Pasar Kroya.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya membuka akses pendanaan dari pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan di daerah.
"Melalui upaya jemput bola ke pemerintah pusat, kita berhasil mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp 887 miliar untuk berbagai program pembangunan di Kabupaten Cilacap," kata Syamsul, Rabu (11/3/2026).
BACA JUGA:Anggaran Pemeliharaan Jalan di Cilacap Capai Rp 14,45 Miliar
Menurutnya, dukungan pendanaan sangat penting untuk mempercepat realisasi sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Anggaran ini akan dimanfaatkan untuk berbagai sektor strategis, mulai dari penanganan banjir, pembangunan irigasi, pendidikan, hingga penguatan infrastruktur dasar," ujarnya.
Dana tersebut rencananya dialokasikan untuk sejumlah proyek prioritas, di antaranya program penanganan banjir dan pembangunan irigasi dengan nilai lebih dari Rp 500 miliar.
Program ini difokuskan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah seperti sepanjang Sungai Tipar, Kroya hingga Wanareja.
BACA JUGA:Tahun 2026, Pemkab Alokasikan Anggaran untuk DPUPR Cilacap Sebesar Rp 252,22 Miliar
Selain itu, sektor pendidikan juga mendapatkan alokasi sekitar Rp 220 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
"Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Cilacap," jelas Syamsul.
Di sektor ekonomi, sekitar Rp 48 miliar dialokasikan untuk mendukung kelanjutan pembangunan Pasar Kroya agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur dasar, lebih dari Rp 60 miliar dialokasikan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Patimuan serta perbaikan sejumlah ruas jalan daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
