Banner v.2

Ramadan adalah Jamuan

Ramadan adalah Jamuan

Dr. Labib Sajawandi, M.Pd. (Kaprodi PGPAUD S1 UMP)--

Oleh: Dr. Labib Sajawandi, M.Pd.

(Kaprodi PGPAUD S1 UMP)

Ramadhan bukan sekadar bulan puasa. Ia adalah jamuan agung dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Sebuah undangan langit yang datang setiap tahun, membawa rahmat, ampunan, dan pelipatgandaan pahala.

Di antara dua belas bulan, hanya Ramadhan yang disebut secara khusus dalam Al-Qur’an: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185).

Penyebutan ini menandakan kemuliaannya. Ramadhan adalah bulan turunnya petunjuk, bulan kembalinya hati kepada cahaya.

Puasa menjadi pintu masuk ke dalam jamuan ini. Allah memanggil, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa… agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

BACA JUGA:Ketika Profesional dan Akhlak menjadi Media Dakwah Islam

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan jalan menuju takwa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Inilah inti jamuan itu: pengampunan.

Ketika Ramadhan tiba, suasana langit berubah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah menciptakan iklim terbaik bagi hamba-Nya untuk kembali. Setiap waktu di bulan ini adalah sajian rahmat.

Paginya melatih kesabaran. Lapar dan haus menjadi guru yang mendidik jiwa agar mampu menahan diri. Puasa adalah perisai (HR. Bukhari dan Muslim), bukan hanya dari api neraka, tetapi juga dari amarah dan dosa. Siangnya menjadi ladang amal yang dilipatgandakan.

BACA JUGA:Ramadan Bulan TAQWA: Tarbiyah Al-Qur’an Wujudkan Anak Sholeh

Dalam hadis qudsi Allah berfirman, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Setiap kebaikan terasa ringan dilakukan, setiap sedekah berlipat nilai, setiap tilawah mendekatkan hati pada-Nya.

Waktu berbuka menghadirkan kebahagiaan yang sederhana namun mendalam. Rasulullah ﷺ menyebutkan dua kebahagiaan bagi orang berpuasa: saat berbuka dan saat bertemu Rabb-nya. Doa di detik-detik berbuka menjadi harapan yang melangit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: