Tak Lagi Sandang Predikat Termiskin di Jateng

Selasa 09-09-2025,13:06 WIB
Reporter : Imam Wahyudi
Editor : Puput Nursetyo

KEBUMEN - Kabupaten Kebumen kini sudah tidak lagi menyandang predikat termiskin di Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani saat Ngopi bareng Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Selasa (9/9).

Dari data yang ada, pada tahun 2024 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kebumen ada 187 ribu orang. Dengan adanya penurunan angka kemiskinan 2,15 persen atau sekitar 25 ribu jiwa itu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kebumen kini menjadi 162 ribu orang.

Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani pun bersyukur dengn penurunan angka kemiskinan pada tahun ini dibandingkan dengan tahun 2024. Pihaknya merinci, angka kemiskinan di Kebumen 15,71 persen pada 2024 dan saat ini turun menjadi 13,58 persen. Hal ini membuat Kabupaten Kebumen naik satu tingkat dan melepas predikat termiskin di Jateng.

"Di tahun 2025 angka kemiskinan menjadi 13,58 persen berarti penurunannya 2,13 persen tentunya itu sangat membahagiakan. Kebumen kini tidak termiskin lagi tetapi menjadi kedua, alhamdulillah," Ujar Lilis.

Menurutnya capaian tersebut tidak lepas dari kerja luar biasa dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berupaya untuk mengentaskan kemiskinan di Kebumen.

Dalam kesempatan itu Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi berharap kemiskinan di Kebumen bisa terus ditangani. Sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen bisa terus naik hingga mencapai satu digit.

"Jangan dua digitlah, tingkat kemiskinannya, tapi satu digit itu  baru jagoan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kebumen, Bahrun Munawir mengatakan, trend penurunan angka kemiskinan kisaran 1 sampai 2 persen beberapa tahun terakhir. Pemda masih memiliki waktu lima tahun untuk melaksanakan program prioritas dari Bupati dan Wakil Bupati Hj Lilis Nuryani dan H Zaeni Miftah. 

"Sehingga target dari Gubernur, Insyaallah kita capai yaitu satu digit. Insyaallah diakhir periode pertama bupati dan wakil bupati," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),  pemkab dapat menurunkan angka kemiskinan 5 persen selama lima tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati. Pihaknya berharap angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen dapat turun di bawah 10 persen. (mam)

Tags :
Kategori :

Terkait