Koperasi Desa Merah Putih Desa Brecek Purbalingga Terkendala Lahan dan Regulasi
Kepala Desa Brecek, Siti Rochmaningsih, saat ditemui di Balai Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Pemerintah Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, masih mematangkan rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga saat ini, desa tersebut belum memiliki lahan yang dinilai layak untuk menunjang operasional koperasi yang digagas pemerintah pusat tersebut.
Kepala Desa Brecek, Siti Rochmaningsih, mengungkapkan bahwa Desa Brecek tidak memiliki tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan. Lahan yang ada sebagian besar berupa bengkok sawah yang masuk kategori lahan hijau, sehingga tidak memungkinkan untuk dialihfungsikan menjadi bangunan atau fasilitas koperasi.
“Sementara ini kami belum siap karena memang belum ada lahan yang sesuai. Prosesnya masih terus dimusyawarahkan sambil menunggu regulasi terbaru,” ucap Siti Rochmaningsih, Jumat (16/1/2026).
Meski menghadapi kendala lahan, Desa Brecek sebenarnya telah memiliki embrio koperasi jauh sebelum program KDMP diluncurkan. Sebuah paguyuban bernama Bina Sejahtera telah lama menjalankan kegiatan simpan pinjam dan kini mulai diarahkan untuk bertransformasi menjadi KDMP.
BACA JUGA:Pembangunan Gerai KDMP Kembangan Capai 70 Persen, PADes Terus Dioptimalkan
Paguyuban Bina Sejahtera berdiri sejak 1984 dan hingga kini masih aktif menjalankan aktivitasnya. Pertemuan rutin anggota masih dilaksanakan setiap bulan di Balai Desa Brecek, mengingat paguyuban tersebut belum memiliki kantor atau gerai khusus.
Menurut Siti Rochmaningsih, kekuatan utama paguyuban tersebut terletak pada solidnya kepengurusan dan anggota, sehingga mampu bertahan selama puluhan tahun. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait kemacetan dalam kegiatan simpan pinjam yang kerap terjadi.
“Secara kelembagaan sebenarnya sudah ada dan tinggal menyesuaikan dengan konsep KDMP. Kami berharap ke depan ada kejelasan regulasi sekaligus solusi terkait sarana pendukung, termasuk soal lahan,” katanya. (alw)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
