Untuk barang yang dicuri ia merinci ada 4 laptop, 5 buah LCD proyektor, tablet 15 buah, dan uang tabungan Rp 1.200.000.
"Diperkirakan kerugian yang dialami oleh pihak SD sekitar Rp 88 juta" paparnya.
Sementara itu, Koordinator Korwilcam Dindik Kecamatan Lumbir Yusep Kurniawan menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Dinas Pendidikan. Ia dan juga Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas sudah memberikan himbauan dalam bentuk surat edaran ke sekolah-sekolah agar barang-barang berharga dibawa ke rumah.
"Total sudah ada 7 kasus pencurian dari rentan tahun 2024 - 2025. Dari Korwil sejak pencurian kasus ke 3 kami dan Dindik memberikan himbauan ke sekolah, serta disetiap forum-forum pertemuan juga kita selalu himbau,"paparnya.
BACA JUGA:Pencurian Hasil Pertanian dan Ternak Jadi Tindak Kejahatan yang Menonjol di Purbalingga
Lebih jauh untuk 7 kasus pencurian di sekolah ia menjelaskan, terjadi di SDN 2 Parungkamal, SDN 2 Lumbir, SDN 3 Lumbir, SDN 3 Cingebul, SDN 4 Cingebul, SDN 5 Lumbir, SDN 1 Cidora.
"Mohon agar barang- barang berharga agar tidak ditinggal di sekolah," pungkasnya.
Terpisah Kapolsek Lumbir Iptu Katum membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. Pihaknya telah melakukan olah TKP sementara. Kasus ditangani unit reskrim Polsek Lumbir.
"Anggota Polsek Lumbir menerima laporan dari Kepala SDN 1 Cidora tadi pagi. Kami langsung menuju SDN 1 Cidora guna olah TKP sementara. Saat ini masih penyelidikan dan belum teridentifikasi pelakunya," jelas Iptu Katum.
BACA JUGA:Pencurian dengan Kerugian Kurang dari Rp 2,5 Juta Dapat Diselesaikan FKPM
Ia menilai keamanan di tingkat sekolah lemah karena tidak ada penjaga sekolah. Tidak adanya penjaga dikarenakan minimnya anggaran.
Untuk itu pihaknya gencar melakukan patroli. Polsek Lumbir juga mengimbau warga sekitar lingkungan sekolah, agar menggiatkan siskamling. (res/alw)