Perlu Tau Nih! 6 Cara Menggunakan Saldo Receh yang Tersisa di Dompet Digital

Kamis 27-03-2025,06:41 WIB
Reporter : Faliq Irham
Editor : Susi Dwi Apriani
Perlu Tau Nih! 6 Cara Menggunakan Saldo Receh yang Tersisa di Dompet Digital

RADARBANYUMAS.CO.ID - Dompet digital seperti OVO, DANA, GoPay, dan ShopeePay kini menjadi bagian dari kehidupan modern. Dari membayar makanan, berbelanja online, semuanya bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan smartphone. Namun, ada satu hal yang sering terjadi tetapi jarang disadari: saldo receh yang tertinggal di akun dompet digital.

Banyak pengguna memiliki sisa saldo kecil yang sulit dimanfaatkan. Lantas, kemana sebenarnya saldo receh ini pergi?.

Saldo Receh yang Sulit Dimanfaatkan

Pernahkah Anda memiliki saldo tersisa Rp1.500 atau Rp3.700 di dompet digital dan tidak tahu cara menggunakannya?

BACA JUGA:Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Optimalisasi Kawasan Industri, BRI Jalin Kerja Sama dengan HKI

BACA JUGA:Gelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, BRI Tawarkan Promo Menarik dan Sembako Murah bagi Masyarakat

Nominal tersebut sering kali tidak cukup untuk bertransaksi, tetapi juga tidak bisa ditarik ke rekening bank karena ada batas minimal pencairan. Akibatnya, uang receh ini hanya mengendap tanpa kejelasan.

Jika situasi ini terjadi pada jutaan pengguna, bayangkan berapa banyak dana yang tidak bergerak.

Saldo receh ini biasanya hanya menunggu pengguna melakukan top-up tambahan agar bisa digunakan. Namun, ada banyak orang yang malas atau lupa untuk mengisi saldo kembali, sehingga dana kecil ini tetap tertahan dalam akun mereka.

Padahal, jika bisa ditarik atau dikonversikan ke bentuk lain, saldo receh ini akan lebih bermanfaat.

BACA JUGA:Sebelum Pakai, Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Sakuku BCA Ini!

BACA JUGA:Fenomena Kotak Amal Digital: Donasi Makin Mudah dengan QRIS di Bulan Ramadan

Kenapa Tidak Bisa Ditarik?

Sebagian besar dompet digital memiliki batas minimum untuk penarikan ke rekening bank, seperti Rp10.000 atau Rp50.000. Aturan ini bertujuan untuk menghindari biaya administrasi tinggi jika ada terlalu banyak transaksi kecil.

Akibatnya, saldo receh yang tertinggal sering kali dibiarkan hingga pengguna melakukan top-up tambahan agar bisa digunakan.

Selain itu, beberapa layanan dompet digital juga menerapkan biaya admin untuk penarikan saldo, sehingga jumlah yang diterima bisa berkurang.

Jika saldo yang dimiliki tidak cukup untuk menutupi biaya tersebut, maka pengguna tidak bisa melakukan pencairan. Hal ini semakin memperjelas bagaimana saldo receh sering kali menjadi dana yang tertahan tanpa solusi yang mudah.

BACA JUGA:Butuh Uang Buat Lebaran? Begini Cara Pinjam DANA Darurat di Aplikasi DANA Tanpa Paylater Hingga Rp1 Juta

BACA JUGA:Waspada! Deepfake Bisa Bobol Dompet Digital, Begini Cara Mengamankannya

Keuntungan bagi Perusahaan Dompet Digital

Saldo receh yang tidak terpakai ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi penyedia layanan dompet digital. Bagaimana bisa?

  1. Dana Mengendap Jika dikumpulkan dari jutaan pengguna, saldo receh yang tidak digunakan bisa bernilai miliaran rupiah. Uang ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk investasi sebelum akhirnya dipakai kembali oleh pengguna.
  2. Mendorong Pengguna untuk Top-Up Karena saldo receh sering kali tidak cukup untuk transaksi, pengguna cenderung melakukan top-up agar bisa menggunakannya. Ini menciptakan kebiasaan untuk terus mengisi saldo dompet digital.
  3. Meningkatkan Retensi Pengguna – Dengan saldo kecil tersisa, pengguna tetap terikat dengan layanan dompet digital karena mereka tidak ingin kehilangan uang yang tersimpan di akun mereka.
Kategori :