Ekonomi Digital Indonesia Melesat, Apa Dampaknya bagi Kita?
Ekonomi Digital Indonesia Melesat, Apa Dampaknya bagi Kita?--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Perkembangan ekonomi digital di Indonesia terus menerus mencetak angka yang selalu mengesankan. Diperkirakan, nilainya bakalan menyentuh sampai US$124 miliar pada tahun 2025.
Lonjakan transaksi digital harian pun terjadi seiring makin luasnya akses internet, yang kini menjangkau hampir 80% populasi.
Sektor e-commerce menjadi kontributor utama terhadap total Gross Merchandise Value (GMV) digital nasional. Sementara itu, layanan keuangan berbasis teknologi seperti dompet digital dan sistem pembayaran QRIS juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam dunia digital turut mendorong perluasan inklusi keuangan. Kini semakin banyak pelaku usaha kecil yang menjual produknya melalui marketplace atau online shop atau memanfaatkan layanan fintech tanpa terhalang jarak.
BACA JUGA:Inovasi Dompet Digital DANA Pacu Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional
Meski pertumbuhannya terhitung sangat pesat, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Masalah infrastruktur dan minimnya tenaga kerja digital jadi perhatian utama pemerintah, yang tengah menyusun kebijakan agar transformasi digital lebih merata dan inklusif.
Transaksi Digital Tumbuh Signifikan
Lonjakan transaksi digital beberapa tahun terakhir sangat mencolok. Menurut laporan DataReportal, total transaksi di sektor e-commerce dan perjalanan daring melonjak dari Rp473 triliun pada 2019 menjadi Rp2.900 kuadriliun di tahun 2025.
Sistem pembayaran QRIS juga mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 226% hanya dalam satu tahun. Saat ini, tercatat ada 42 juta pengguna dan 33 juta merchant yang sudah menggunakan QRIS, mencerminkan adopsi pembayaran digital dalam keseharian masyarakat.
Pemerintah Dorong Ekosistem Digital
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Bank Indonesia, aktif membangun infrastruktur digital seperti jaringan 5G dan pusat data. Selain itu, regulasi keamanan siber dan perlindungan investasi digital juga diperkuat.
BACA JUGA:ASEAN-Jepang Menyepakati Peningkatan Kerjasama Dalam Bidang Pendidikan, Riset, dan Ekonomi Digital
Strategi nasional kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan sektor fintech tengah dirancang untuk memastikan pertumbuhan digital yang sehat dan menarik minat investasi asing, khususnya di bidang teknologi canggih.
Tantangan SDM dan Peran UMKM
Transformasi digital diperkirakan mampu menciptakan sekitar 3,7 juta lapangan pekerjaan baru hingga 2025. Meski begitu, kekurangan talenta digital masih menjadi hambatan utama.
Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan pelatihan berbasis teknologi sangat dibutuhkan agar kebutuhan industri bisa terpenuhi.
Peluang dan Rintangan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

