Gempa Gunung Slamet Banyumas Melonjak Drastis, 132 Kali Sehari, Status Waspada
Pemandangan Gunung Slamet dari area Persawahan Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Senin (13/4/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Aktivitas kegempaan Gunung Slamet mengalami lonjakan signifikan dalam dua hari terakhir. Peningkatan ini menjadi sinyal adanya dinamika di dalam tubuh gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada 20 April 2026 tercatat 7 gempa hembusan dan 17 gempa low frekuensi. Sehari berselang, 21 April 2026, jumlahnya melonjak menjadi 72 gempa hembusan dan 60 gempa low frekuensi.
Tidak hanya jumlah, kekuatan gempa juga meningkat. Amplitudo gempa hembusan mencapai 3–6 mm dengan durasi hingga 58 detik, lebih lama dibandingkan sebelumnya yang berkisar 30–40 detik.
Gempa low frekuensi juga menunjukkan durasi lebih panjang. Tercatat durasi mencapai hingga 29 detik dalam periode terbaru.
BACA JUGA:Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara, 21 Pendaki Turun Dengan Selamat
Selain itu, tremor menerus atau microtremor ikut menguat. Jika pada 20 April amplitudo dominan 0,5 mm, maka pada 21 April meningkat menjadi 1 mm hingga sempat menyentuh 1,5 mm.
Secara visual, aktivitas kawah juga mengalami perubahan. Asap kawah masih berwarna putih dengan tekanan lemah, namun ketinggiannya meningkat menjadi 50–100 meter di atas puncak.
Meski aktivitas meningkat, status Gunung Slamet masih berada di Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyebut peningkatan kegempaan menjadi indikator penting. Hal tersebut berkaitan dengan pemantauan pergerakan magma di dalam gunung.
BACA JUGA:Suhu Kawah Naik 52,8 Derajat Celcius dalam Sehari, Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara
"Peningkatan kegempaan ini menjadi indikator penting dalam memantau pergerakan magma di dalam gunung," ujarnya saat dihubungi, Rabu (22/4/2026).
Ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi batas aman. Aktivitas di lereng gunung harus tetap memperhatikan radius yang telah ditetapkan.
"Secara umum kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi batas aman 3 kilometer dari kawah puncak dan tetap waspada," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma mengungkapkan suhu kawah juga mengalami kenaikan. Pada Sabtu (18/4), suhu meningkat dari 461°C menjadi 478°C.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


