79 Peserta Berebut 11 Jabatan Perangkat Desa, Tes Tertulis Tiga Desa Digelar Serentak di Sumpiuh Banyumas
Prosesi tes tertulis P3D di Desa Bogangin berjalan tertib dan aman, Rabu (8/7). Jadwal tes dilakukan serentak bersama dengan Desa Ketanda dan Banjarpanepen di lokasi masing-masing. -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 79 peserta mengikuti tes tertulis Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) untuk memperebutkan 11 formasi jabatan Perangkat Desa di tiga desa wilayah Kecamatan Sumpiuh, Rabu (8/7). Seluruh tahapan ujian digelar secara serentak di Desa Ketanda, Banjarpanepen, dan Bogangin sebagai upaya menjaga transparansi dan mencegah potensi kecurangan.
Camat Sumpiuh Pujar Seno mengatakan, pelaksanaan tes tertulis secara bersamaan merupakan hasil kesepakatan panitia P3D dari tiga desa yang difasilitasi tim fasilitator kecamatan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan efisiensi biaya, waktu, serta upaya yang harus dilakukan seluruh pihak yang terlibat.
"P3D di tiga desa secara serentak ini dari awal sudah saya wanti-wanti ke panitia supaya jujur dan transparan," kata Pujar.
Untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan P3D, panitia diwajibkan menandatangani pakta integritas sebelum proses seleksi dimulai. Selain itu, seluruh alat komunikasi milik panitia disita oleh aparat sejak pembuatan soal hingga seluruh rangkaian tes tertulis selesai dilaksanakan.
BACA JUGA:Hasil Seleksi Perangkat Desa Purwasaba Tak Disetujui Bupati, Ini Penjelasannya
Selama masa persiapan hingga pelaksanaan tes tertulis, panitia juga tidak diperbolehkan saling bertamu sebagai langkah pencegahan potensi kebocoran soal. Bahkan, panitia yang memiliki anak sebagai peserta P3D dipastikan tidak mendaftar di desa tempat orang tuanya bertugas demi menjaga objektivitas seleksi.
"Koreksi silang hasil tes tertulis diawasi ketat oleh petugas. Hasilnya, tidak ada peserta yang memperoleh nilai menonjol," imbuh Pujar.
Sebanyak 11 formasi jabatan yang diperebutkan tersebar di tiga desa. Di Desa Ketanda terdapat lima formasi kosong, yakni kasi kesra, kepala dusun 1, kasi pelayanan, kaur perencanaan, dan kaur keuangan.
Sementara itu, Desa Banjarpanepen membuka tiga formasi, yaitu kasi pemerintahan, kasi kesejahteraan, serta kaur tata usaha dan umum. Adapun Desa Bogangin memiliki tiga formasi kosong, meliputi kaur umum, kaur perencanaan, dan kepala dusun.
Setelah tes tertulis selesai dilaksanakan, peserta yang memenuhi nilai ambang batas akan melanjutkan ke tahapan berikutnya. Seleksi berikutnya berupa ujian komputer bagi peserta yang lolos passing grade pada seluruh formasi jabatan.
"Tahapan tes tertulis sudah terlaksana, dilanjutkan ujian komputer bagi yang lolos passing grade di semua formasi jabatan," tandas Pujar.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
