Banner v.2

34 Ribu Penerima KIS PBI Banyumas Pindah Segmen, Dari APBD ke APBN

34 Ribu Penerima KIS PBI Banyumas Pindah Segmen, Dari APBD ke APBN

Loket Dinsos P3A Banyumas di MPP Purwokerto, Rabu (18/2) dipadati masyarakat paska cuti bersama dan libur Imlek 2026.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 34 ribu penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI di Banyumas resmi berpindah segmen pembiayaan dari APBD ke APBN. Perpindahan ini telah diapprove Kementerian Sosial RI dan menjadi penyesuaian penting dalam skema jaminan kesehatan daerah.

Perubahan segmen tersebut terjadi di tengah penonaktifan puluhan ribu penerima KIS PBI APBN sebelumnya. Namun di sisi lain, Banyumas justru mendapat persetujuan pengalihan 34 ribu jiwa ke tanggungan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banyumas, Wahyudi Joko Siswoyo, S.Sos, mengatakan perpindahan segmen ini sudah disetujui secara resmi. Total penerima yang beralih pembiayaan mencapai 34 ribu jiwa.

"34 ribu jiwa tersebut mereka yang berada pada desil satu hingga lima," katanya ditemui Radarmas, Rabu (18/2).

BACA JUGA:63 Ribu KIS APBN di Banyumas Nonaktif, Warga Ramai Datangi Kelurahan

Joko menjelaskan, dengan berpindahnya 34 ribu penerima dari APBD ke APBN, maka kuota KIS PBI yang dibiayai APBD otomatis kosong sebanyak 34 ribu jiwa. Kekosongan kuota ini akan dimanfaatkan untuk menutup kebutuhan warga yang terdampak penonaktifan.

Saat ini, Dinas Kesehatan Banyumas tengah melakukan pemadanan data bersama puskesmas. Fokusnya terhadap 63 ribu lebih penerima KIS PBI APBN yang sebelumnya dinonaktifkan.

"Dari 63 ribu jiwa berapa yang harus menjalani perawatan kesehatan secara rutin dan cuci darah. Direncanakan bisa diback up dengan APBD," terang dia.

Terkait progres reaktivasi KIS PBI APBN, tercatat 413 jiwa telah mengajukan permohonan pengaktifan kembali. Dari jumlah tersebut, 186 jiwa sudah diinput dan 227 jiwa masih dalam proses verifikasi.

BACA JUGA:Banyumas Juara Umum Kejurprov Bulutangkis Jateng 2025

Joko meminta masyarakat bersabar karena proses reaktivasi memerlukan tahapan administrasi yang tidak singkat. Pemerintah daerah, lanjutnya, berupaya memastikan data valid agar bantuan tepat sasaran.

"Pengaktifan otomatis Banyumas mendapat 903 jiwa yang memilii riwayat penyakit kronis," pungkas Joko. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait