Ditempa Ala Militer, Satpam PLN Indonesia Power UBP Mrica Dilatih Siap Hadapi Ancaman
Pelatihan kesamaptaan anggota satpam PT. Garda Power Mandiri - UBP Mrica.-PLN Indonesia Power UBP Mrica-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 63 anggota satuan pengamanan (Satpam) PT Garda Power Mandiri yang bertugas di lingkungan PLN Indonesia Power UBP Mrica menjalani pelatihan kesamaptaan fisik intensif. Pelatihan ini melibatkan 12 personel TNI dari Kodim 0704/Banjarnegara yang melatih langsung peserta dengan standar militer.
Latihan digelar untuk membentuk personel pengamanan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga siap menghadapi situasi darurat dan ancaman nyata di lingkungan kerja pembangkit listrik.
“Kesamaptaan bukan hanya soal fisik, tapi juga kesiapan mental. Ini bagian dari pondasi profesionalisme Satpam agar mereka mampu bekerja cepat, tanggap, dan penuh tanggung jawab,” tegas Kusharyanto, Manager Administrasi PLN Indonesia Power UBP Mrica, Kamis (15/5/2025).
Latihan yang dijalani mencakup lari 12 menit, pull up, sit up, dan shuttle run sederet tes ketahanan fisik yang biasa diterapkan di militer. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari evaluasi rutin terhadap kesiapan satuan pengamanan yang menjadi garda terdepan keamanan fasilitas vital nasional.
Kusharyanto menambahkan, penguatan fisik ini juga selaras dengan kebutuhan keamanan yang terus berkembang, terutama di sektor energi. “Tugas Satpam kini semakin kompleks. Mereka tidak hanya menjaga aset, tapi juga menjadi bagian dari sistem pertahanan pertama dalam situasi darurat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi penutupan kegiatan, suasana berubah haru saat dilakukan pelepasan Saiman, Komandan Regu Satpam yang memasuki masa purnatugas. Ia menerima cinderamata sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya menjaga keamanan selama bertahun-tahun.
“Pak Saiman adalah contoh figur tangguh dan loyal. Kami ingin semua anggota meneladani dedikasi beliau,” kata Kusharyanto.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan menyeluruh yang diterapkan PLN Mrica untuk memastikan keamanan tidak hanya berbasis sistem, tapi juga sumber daya manusia yang andal.
Pihak UBP Mrica menekankan bahwa pembinaan akan terus dilakukan secara periodik, termasuk edukasi kedisiplinan, keterampilan bela diri, serta simulasi penanganan insiden darurat.
“Lingkungan kerja yang aman adalah kunci kelancaran operasional. Maka pengamanan yang profesional dan siap siaga adalah keharusan,” pungkasnya. (jud/ads)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
