Bukan Mini AFF
LATIHAN: Pemain timnas Indonesia, Lilipaly saat menjalani latihan.ISTIMEWA
Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022
JAKARTA - Konfederasi sepak bola tertinggi di Asia (AFC) telah melakukan pengundian pembagian grup kualifikasi Piala Dunia 2022 di AFC House Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/7) lalu.
Dalam undian yang dihadiri langsung pelatih kepala Timnas Indonesia, Simon McMenemy, skuad Garuda yang menempati pot lima berada di Grup G bersama Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam, Thailand dan Malaysia.
Menanggapi hasil undian tersebut, Simon enggan menganggap Grup G yang dihuni Indonesia itu, disebut sebagai Mini AFF lantaran dihuni oleh empat negara Asia Tenggara. Akan tetapi, Simon mengakui pertemuan keempat negara ini bakal menjadi menarik lantaran keempatnya sudah saling bertemu.
"Mengenai hasil undian yang menempatkan Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam dalam grup yang sama, lalu disebut sebagai Mini AFF tentu tidak adil, karena masih ada negara seperti Myanmar dan Philipina di grup lain," ungkap Simon di situs resmi PSSI, Jumat (19/7) kemarin.
"Hanya saja pertandingan di grup ini akan jadi menarik karena, kita sudah sering bertemu, bertanding, dan saling mengenal satu sama lain. Karena semua sudah saling kenal, semua pasti akan berpikir punya peluang yang sama untuk lolos. Namun jangan lupa masih ada Uni Emirat Arab disana, yang juga pertandingan melawan mereka juga akan sangat penting," sambungnya.
Simon juga mengaku bahwa dirinya sudah tak sabar untuk bisa menjalani babak kualfikasi tersebut. Terlebih diakuinya ia tak sabar untuk bisa menjamu Malaysia (5 September) dan Thailand (10 September) di laga perdana dan kedua.
"Setelah tau kita akan menjamu Malaysia dan Thailand pada dua partai pembuka kualifikasi piala dunia membuat saya susah tidur, saya menjadi bersemangat dan tidak sabar untuk memainkan pertandingan tersebut," ungkap simon.
"Dua pertandingan pertama akan sangat menentukan langkah kita ke depan. Kalau bisa menang pada dua laga pertama, tentu kita akan bisa mengirim pesan bahwa Indonesia telah kembali, Indonesia serius dalam kualifikasi ini, kita berada di level yang sama dengan lawan kita. Saya ingin Tim Nasional Indonesia bisa menginspirasi negara ini," jelasnya.
Meski demikian, Simon enggan menaggap remeh lawan-lawan yang akan dihadapinya tersebut. Menurutnya, semua hal bisa terjadi pada setiap pertandingan. Akan tetapi, ia berharap suporter Indonesia bisa memberikan tambahan semangat bagi timnya saat bertanding nanti.
"Perlu diingat juga bahwa kita akan menjalani Kualifikasi Piala Dunia, bukan Final Piala Dunia melawan Brazil di Maracana. Semua hal bisa terjadi pada kualifikasi kali ini. Oleh karena itu saya sadar akan pentingnya sebuah kemenangan yang bisa menginspirasi supporter, dan memberikan mereka kebanggaan akan Tim Nasional Indonesia," terang Simon.
"Saya merasa beruntung karena pernah bekerja di negara lain di Asean sebelum akhirnya ke Indonesia dan tanpa ragu bisa saya katakan, ketika Tim nasional bermain dan mendapat dukungan penuh dari supporternya, saya rasa apapun bisa terjadi," jelasnya.
Lebih lanjut, Simon berencana menggelar persiapan untuk menghadapi babak kualifikasi tersebut. Akan tetapi, ia mengakui adanya kendala, dimana kompetisi Indonesia sedang berlangsung.
"Tentu rencana ke depan adalah membuat para pemain siap ketika kualifikasi tiba. Namun pada kenyataannya akan sedikit lebih sulit, karena kompetisi di liga kita sedang berlangsung. Berbeda dengan Malaysia dan Thailand, yang kompetisinya akan segera berakhir. Hal ini bisa menjadi tantantangan sekaligus peluang untuk kita, Saya harap para pemain sedang dalam kondisi yang baik," tuntasnya. (gie/fin/wsa)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

