Modal Jerman untuk Menghadang Laju Polandia
LILLE – Belum sampai dua menit kapten Jerman Bastian Schweinsteiger masuk lapangan, pemain 31 tahun itu langsung berselebrasi. Pada injury time sebuah serangan balik kilat dimotori Mesut Oezil lalu dipungkasi sepakan Bastian Schweinsteiger membuat pendukung Die Mannschaft, julukan Jerman, berpesta.
Pemain Arsenal itu lalu melepas umpan terukur dari sisi kanan pertahanan Ukraina lalu disambut sepakan keras Schweini, sapaan Bastian Schweinsteiger. Gol itu juga membalik status Schweini, dari pesakitan menjadi pemenang.
Masih segar dalam ingatan kalau musim 2015-2016 lalu, pacar petenis Anna Kournikova itu lebih sering menghabiskan waktu istirahat juga jalan-jalan bareng sang kekasih. Total selama 134 hari Schweini istirahat karena cedera otot ligamen.
Tak heran ketika mencetak gol dalam laga Jerman versus Ukraina kemarin (13/6) di Stade Pierre-Mauroy, mantan pemain Bayern Muenchen itu menumpahkan kegirangan.
Seperti tak ada lagi sakit di lututnya, pemain yang membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 itu berlari setengah lapangan. Wajahnya sumringah dan seperti menyampaikan pesan ke seluruh dunia kalau Schweini masih ada!
“Ini sungguh luar bisa. Setelah semua cedera dan hal buruk yang terjadi dengan saya musim ini saya merasa sangat gembira,” ucap Schweini seperti diberitakan Manchester Evening News kemarin. “Saya memang tak sanggup bermain 90 atau 120 menit, namun seandainya saya fit saya akan bisa bermain seperti kali ini,” tambah pemain kelahiran Kolbermoor itu.
Berkat gol kemarin, seperti diberitakan Manchester Evening News pendukung United kembali optimis kalau musim depan, Schweini akan bersinar bersama Jose Mourinho.
“Saya berlari sedemikian kencang untuk meluapkan satu hal luar biasa yang terjadi. Dan saya seperti kehabisan nafas,” kata Schweini.
Dari statistik UEFA, Jerman memang lebih agresif. Dengan tumpuan Mario Goetze sebagai false nine dan ditopang trio gelandang Thomas Mueller-Oezil-Julian Draxler, Jerman menggedor pertahanan Ukraina dengan maksimal.
Total 18 tembakan diberondongkan Jerman ke gawang Ukraina. Sembilan on target dan lima dihalau kiper Ukraina Andriy Pyatov. Performa gemilang Pyatov layak membuatnya diganjar man of the match andaikata Ukraina menang atau imbang dari Jerman kemarin.
Namun Ukraina juga tak memberikan kemenangan dengan mudah kepada Jerman. Anak asuh Mykhaylo Fomenko itu membuat kiper Jerman Manuel Neuer bekerja keras.
Ukraina melepaskan tujuh tembakan ke gawang Jerman. Dan tiga diantaranya on target dan dua berhasil diblok oleh tembok Jerman. Meski demikian jumlah corner kick Ukraina dua kali lipat lebih banyak ketimbang Jerman. Yakni 12 berbanding enam.
Dengan kemenangan kemarin der trainer Jerman Joachim Loew kepada DW mengatakan laga kemarin sudah seperti yang diharapkan. Jerman menguasai ball possession hingga angka 67 persen.
“Kami bertarung dengan sangat cepat dan intensitas tinggi. Di babak pertama kami punya masalah dengan penyerangan dan memberikan lawan kemudahan melakukan serangan balik,” tutur Loew.
Tak bisa dipungkiri kalau sepeninggal Philipp Lahm yang pensiun dua tahun lalu, sisi kanan pertahanan Jerman paling sering digempur. Winger kiri Ukraina Yevhen Konoplanka memanfaatkan hal itu.
Mengomentari kebobolan dua gol, pelatih Ukraina Mykhalo Fomenko berkata hanya jebol dua gol lawan Jerman adalah sesuatu yang luar biasa. Dengan kekalahan kemarin, kalau masih mau bertahan di Euro ini, Fomenko harus mengamankan laga selanjutnya lawan Irlandia Utara.
“Kami sudah mati-matian menghentikan Jerman, sang juara dunia. Namun kami gagal karena memang Jerman dihuni sederetan pemain dengan kualitas dunia,” ucap Fomenko kepada UEFA. (dra)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

