Target Luas Tambah Tanam di Cilacap Terkendala Pasokan Air
Petani memasuki masa panen padi menggunakan mesin Combine di Kecamatan Kesugihan.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Target luas tambah tanam (LTT) Kabupaten Cilacap pada 2026, sebesar 174.420 hektare membutuhkan kesiapan lahan dan dukungan sarana yang memadai.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air, terutama pada musim tanam ketiga.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto mengatakan, untuk mencapai target tersebut, indeks pertanaman (IP) minimal harus mencapai 2,5 kali tanam dalam setahun.
Sementara saat ini masih ada lahan yang hanya ditanami satu hingga dua kali karena keterbatasan air.
BACA JUGA:Banjir Rendam 530 Hektare Sawah di Wanareja, Tanaman Padi Terancam Gagal
"Masih ada yang sekali tanam, ada yang dua kali. Untuk mencapai target itu minimal IP harus 2,5," ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, pada musim tanam ketiga (MT3), sejumlah lahan biasanya hanya ditanami palawija karena pasokan air tidak mencukupi untuk padi.
"Kita akan berupaya menambah sumber air dan memperbaiki jaringan irigasi agar lahan tersebut bisa ditanami padi," tandasnya.
Dengan luas baku sawah sekitar 66.912 hektare, pemerintah daerah menargetkan optimalisasi lahan yang ada agar target 174.420 hektare bisa tercapai.
"Dukungan bantuan benih, alat dan mesin pertanian, serta koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga terus kami lakukan ubtuk menjaga produksi padi tetap stabil," pungkasya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
