Honda

Di Purbalingga, Tiga Sekolah "Kebanjiran" Pendaftar, 26 SMP Kurang Siswa, Dindikbud Izinkan Perpanjang PPDB

Di Purbalingga, Tiga Sekolah

TERPENUHI : Pelaksanan PPDB di SMPN 1 Mrebet pada hari kedua, Selasa (27/6) pekan lalu. ADITYA/RADAR BANYUMAS PURBALINGGA - Sebanyak 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Purbalingga masih kekurangan siswa. Hingga, penutupan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, Sabtu (2/7) lalu, kuota siswa di sejumlah sekolah itu tidak terpenuhi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga Tri Gunawan Setiadi mengatakan, sejumlah sekolah tersebut belum bisa memenuhi kuota siswa, saat PPDB reguler 27 Juni hingga 2 Juli lalu. Sehingga, dizinkan untuk memperpanjang PPDB hingga kuota siswanya terpenuhi. "Perpanjangan PPDB dilaksanakan secara offline," kata mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Purbalingga ini kepada Radarmas melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (5/7) pagi. Dijelaskan olehnya, pihaknya juga belum mendapatkan laporan pelaksanaan PPDB di 18 SMP. Sehingga, dia belum mengetahui apakah data jumlah sekolah yang kekurangan siswa bertambah atau tidak. Sedangkan jumlah SMP yang berhasil memenuhi kuota siswanya ada 42 sekolah. Bahkan, diketahui ada tiga sekolah yang "kebanjiran" pendaftar atau jumlah pendaftarnya melebihi kuota siswa di sekolah tersebut. Di Kabupaten Purbalingga ada 77 SMP yang melaksanakan PPBD. Sejumlah 40 sekolah diantaranya akan mengikuti PPDB secara daring (online). https://radarbanyumas.co.id/waduh-smp-di-purbalingga-kurang-siswa-diizinkan-perpanjang-ppdb/ Sedangkan, sisanya sebanyak 37 sekolah melaksanakan secara luring (offline). Rencananya hasil seleksi PPDB akan diumumkan pada Rabu (6/7) ini. Dia menyebutkan, daya tampung siswa SMP baik swasta atau pun negeri serta MTs di Kabupaten Purbalingga bisa menampung seluruh lulusan SD/sederajat. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir anaknya tak mendapatkan sekolah. (tya)

Sumber: